Proses Pembangunan Asrama PP. Sayyid Ahmad Awal Rintisan Di Desa Parijatah Wetan Tahun

Berawal dari kapasitas santri yang Alhamdulillah setiap tahunnya bertambah mengharuskan Pengasuh Pondok Pesantren Sayyid Ahmad untuk membuat asrama baru. Bertambhanya jumlah snatri pada awal rintisan yang awalnya puluhan santri saja, namun setiap tahun ajaran baru jumlah santri terus meningkat.

Itu merupakan dampak dari perkembangan mutu kwalitas pendidikan yang ada di Pondok, sehingga menarik perhatian masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya di Pondok secara penuh. Bahkan tak jarang orang tuanya benar-benar memasrahkan anaknya 100% di Pondok.

Hal itu tidak bisa dipungkiri mengingat perkembangan Pondok yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini juga tak terlepas dari keikhlasan dan kegigihan dari KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad selaku pengasuh dalam mendidik karakter santri sehingga santri bisa lebih semangat belajar, memiliki akhlakul karimah, dan yang paling berkesan adalah rasa persaudaraan antar teman yang begitu erat.

Beliau bahkan bukan hanya menganggap santri saja, namun siapapun yang menetap di Pondok Pesantren Sayyid Ahmad sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.“Ini adalah Rumah kedua kalian dan aku adalah orang tua kedua kalian” ungkap beliau.

Proses pembangunan asrama mulai di bangun hanya tiga ruangan untuk sementara, cukup untuk menampung sekian santri yang tinggal. Pembangunan Asrama ini uga bentuk dari tanggung jawab Pondok terhadap masyarakat yang sudah mempercayai Pondok untuk mendidik anak-anaknya.

Kepercayaan masyarakat terhadap Pondok tak lepas dari kualitas pendidikan yang di trepakan oleh Pondok, selain sekolah ada juga pembelajaran unggulan yaitu materi kitab kuning yang lebih menonjol kepada ahli membaca kosongan. Tak ketinggalan juga ada kegiatan yang sifatnya pendalaman yaitu Life Skill untuk mengembangkan bakat santri.

Harapan kedepan dengan diadakannya pembangunan Asrama ini semoga Pondok Pesantren Sayyid Ahmad akan lebih berkembang dan lebih maju serta mendapat dukungan yang lebih dari masyarakat.

Report by: Izak Muhibbin

Dokumentasi:

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *