Terdapat Sesuap Barokah Ketika Makan Bersama

Bumbungan asap menghiasi udara di atas bak nasi. Jajaran santri berbaris rapi menantikan piring-piring mereka terisi. Tak ada yang istimewa dari menu pagi ini, hanya nasi dengan lauk pauk seadanya. Hanya saja, rona bahagia tersorot dari wajah lapar mereka. Seusai mendapat nasi mereka duduk berbaris rapi dan menyantap nasi dengan kenikmatan tinggi.

Dan ketika do’a terpanjat dengan semangat penuh para santri ikut melafalkanya. Bukan ayam goreng, atau daging panggang ataupun makanan berkelas lainya. Tapi dengan hikmat mereka menyantap dan menikmati apa yang tersedia. Bukan soal selera, tapi kebersamaan yang menjadikan segala sesuatu yang mereka santap menjadi istimewa.

Tradisi makan bersama ini sesungguhnya merupakan ajaran Rasulullah. Dalam sebuah hadits yang datang dari sahabat Wahsyi bin Harb dan diriwayatkan oleh Abu Dawud disebutkan:

عن وحشي بن حرب رضي الله عنه أن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم قالوا: يا رسول الله إنا نأكل ولا نشبع ؟ قال: فلعلكم تفترقون قالوا: نعم قال فاجتمعوا على طعامكم واذكروا اسم الله يبارك لكم فيه رواه أبو داود

Bahwasannya para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “(Mengapa) kita makan tetapi tidak kenyang?” Rasulullah balik bertanya, “Apakah kalian makan sendiri-sendiri?” Mereka menjawab, “Ya (kami makan sendiri-sendiri)”. Rasulullah pun menjawab, “Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua.” (HR. Abu Dawud)

Demikianlah anjuran Rasulullah dipegang teguh oleh para sahabat dan keluarganya. Hingga kini para habaib dan kiai di pesantren yang tidak mau makan sehingga datang satu teman untuk makan bersama. Karena makan sendirian  bagi mereka adalah sebuah aib yang harus dihindarkan sebagaimana Rasulullah tidak pernah melakukannya.

وقال أنس رضى الله عنه كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يأكل وحده وقال صلى الله عليه وسلم خير الطعام ماكثرت عليه الأيدى

Sahabat Anas radliyallahu ‘anh berkata bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan sendirian. Rasulullah juga pernah bersabda bahwa sebaik-baik makanan adalah yang dimakan banyak tangan.

Mereka percaya dalam setiap sendok nasi yang meraka telan terdapat banyak barokah yang tak ternilai. “kami menikamatinya bukan karena terpaksa, tapi karena kebersamaan dan rasa ikhlas yang tertanam dalam jiwa kami. Kami yakin barokah itu ada dan nyata” Tutur beberapa santri. Bagi mereka semua akan terasa nikmat bila bersanding dengan ikhlas. [Silviatuz Zahro’]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *