Minggu Merupakan Hari Raya Bagi Santri Sunni yang Dapat Kunjungan Keluarga

Setelah selama seminggu seluruh tenaga terkuras oleh aktifitas yang sangat padat. Membuat para santri selalu menanti akhir pekan ini. Hari dimana semua aktifitas melelahkan itu terhenti untuk sejenak. Otak yang selama seminggu telah terisi full. Menjadikan beberapa santri terkadang merasa bosan dan lelah. Dan hal yang para santri nantikan pada hari Minggu adalah ‘kiriman’ dan kunjungan keluarga.

Kiriman adalah saat dimana santri menantikan para orang tua dan keluarga untuk sejenak berkunjung dan melepas rindu. Dan tak lupa para orang tua sering memberikan sejumlah bekal, mulai dari makanan, dan beberapa peralatan keperluan selama mereka menghabiskan waktu menuntut ilmu di dalam pesantren.

Terlihat dari perubahan raut para santri yang tiba-tiba dapat berubah menjadi senyum hangat akibat kiriman. Pesantren Al Qodiriyah memang tak sembarangan menggunakan setiap waktu bebas untuk kiraman. Di pesantren yang dinaungi oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad ini sengaja menetapkan hari Minggu sebagai hari kiriman.

Alasan kenapa kiriman ditetapkan setiap hari Minggu, karena hari Minggu adalah hari libur semua kegiatan sekolah maupun kegiatan pondok. Jika menggunakan hari-hari aktif dapat mengganggu konsentrasi santri pada saat poses belajar, selain itu juga dapat membuat santri kurang begitu nyaman di pondok akibat seringnya dikunjungi.

Sistem yang selalu dijaga dan dipertahankan membuat pesantren ini senantiasa bertahan dan nyaman. Pesantren Sunni juga menjadi panutan bagi pesantren-pesantren lain. [Silviatuz Zahro’]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *