Menyambut Kedatangan Pengasuh dari Tanah Suci Mekah 2016

Dalam rangka menyambut kedatangan pengasuh Pondok Pesantren Sunni, yakni KH. Ainur Rofiq, yang baru saja datang dari tanah suci Mekah, untuk menunaikan kewajiban umat Islam yang kelima yakni ibadah Haji. Dalam penyambutan ini diikuti oleh semua santri dan para alumni Pondok Pesantren Sunni dan  keluarga ndalem, serta masyarakat sekitarpun ikut berpartisipasi untuk menyambut kedatangan KH. Ainur Rofiq dari tanah suci Mekah.

Disamping acara penyambutan KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad, juga ada acara tasyakuran dan aqiqohan putra pertamanya, yakni Gus Mohammad Barkad Ibno Rofiq. Yang baru saja lahir pada tanggal 1 Oktober 2016 lalu. Acara ini sangat membahagiakan bagi para santri dan keluarga ndalem sendiri, karena lepas sudah rasa rindu akan kehadiran beliau.

Seusai ibadah Haji dilaksanakan, beliau segera kembali menuju tanah air Indonesia. Sesampainya di Indonesia beliau dijemput oleh dua orang santri sekaligus yang menjadi khadam beliau, mereka adalah Ustad Makinun Amin dan Ustad Bagus Imam Syafi’i langsung di bandara internasional Juanda.  Ketika perjalanan menuju Banyuwangi, KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad menyempatkan untuk menjemput Nyai Sofwil Widad binti KH. Hariri Abdul Adhin di Pesantren Salafiyah Syafi’iah Sukorejo. Perlu diketahui bahwa Nyai Sofwil Widad adalah cicit Kyai As’ad Samsul  Arifin yang mana beliau sebagai pelopor berdirinya NU juga sebagai pahlawan nasional.

Waktu ibadah Haji telah usai, dan Kyai akan segera kembali ke tanah air tercinta. Tanggal 02 Oktober 2016 Ustad Makinun Amin dan Ustad Bagus Imam Syafi’i berangkat ke Surabaya untuk menjemput beliau, tepatnya di Bandara Juanda. Kedua santri ini menunggu kedatangan KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad, Kyai sampai di Bandara tanggal 03 Oktober 2016. Lanjutlah perjalanan menuju Situbondo untuk menjemput Nyai Sofwil Widad. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Sunni dan Kyai tiba tanggal 04 Oktober 2016. Disambut dengan meriah oleh para hadirin yang datang, dan terlihat senyum bahagia dari semua keluarga, santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Tidak seperti biasanya, hari ini suasana Pesantren cukup ramai, karena kedatangan kelurga ndalem,  para tamu undangan,  warga sekitar, dan para santri yang ikut berpatisipasi untuk menyambut kedatangan KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad. Yang bertempat di Pondok Pesantren Sunni, pondok yang didirikan oleh Beliau. Para santri berbaris di halaman pesantren dengan rapi, sedangkan para tamu undangan dan warga sekitar berhamburan di area pondok untuk menunggu kedatangannya, dan di depan gerbang utama tengah berbaris sekelompok santri yang begitu menikmati dendangan hadrah yang dimainkannya, lantunan shalawat pun bergema di saentero pesantren.

Semua orang yang hadir sangat menikmati dan menghayati lantunan shalawat tersebut, apalagi ketika mobil yang ditumpangi KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad sudah terlihat dan memasuki area pesantren. Semua orang berebut ingin berjabat tangan dengan beliau, berlarian mengikuti mobil yang ditumpangi hingga sampai didepan ndalem KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad. Karena untuk menghindari keributan maka santri-santri yang ditugaskan untuk menjaga suasana pesantren mencoba untuk menenangkan semua orang yang hadir, agar tidak saling berebut.

Semua santri sangat berpartisipasi dalam menyambut kedatangan pengasuh, dengan hati yang sangat gembira, karena apa yang mereka nanti selama lebih satu bulan ini, telah berakhir sudah, dengan kedatangan Pengasuh di Pondok Pesantren. Dan Pengasuh pun menerima sambutan itu dengan sangat bahagia. Dengan demikian suasana yang ada di pondok pesantren menjadi lebih menenangkan juga mendamaikan, Karena adanya keta’dziman antara santri dengan pengasuh. Sebagai bentuk memuliakan pengasuh yang baru datang dari menunaikan ibadah haji, para santri membersihkan semua lingkungan pondok, mulai dari membersihkan asrama, kamar mandi, ndalem-ndalem kyai.

Para santri putri yang memiliki kekreatifan, menghias asramanya sedemikian rupa agar terlihat lebih rapi dan membuat para penghuni dan wali santri yang berkunjung merasa nyaman. Saat penyambutan, semua santri mengenakan seragam  hitam putih dengan kompak, yang sudah menjadi tradisi pondok pesantren, dan inilah bentuk kasih sayang santri kepada beliau yang di wujudkan dengan memuliakannya. Dan juga memang menjadi tradisi warga indonesia untuk menyambut seseorang yang baru saja datang dari menunaikan ibadah haji. Untuk mendapat barokah dari orang yang baru saja tiba dari tanah sucu Mekah, dan juga mengingat bahwa banyak keutamaan jika kita memuliakan dan menghadiri acara penyambutan walimatul haji.

Disaat beliau sedang berada di tanah suci Mekah, beliau tidak pernah lepas memantau keadaan santri walaupun hanya lewat sosial media. Dan beliaupun sering menguplod foto-foto selama berada di tanah suci, sehingga itu membuat rindu para santri sedikit terobati. Dan alhamdulillah walaupun KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad tidak bisa mendampingi santri seperti halnya biasanya, ustad dan ustadzah, dan pengurus merasa mempunyai amanah dan mandat dari kyai, sehingga para  santri tetap bisa menjalankan kegiatan dengan sempurna seperti halnya biasanya, hal itu karena para santri sudah mulai sadar bahwa ketertiban, kedisiplinan, itu tidak terletak pada siapa yang memimpin. Tapi, terletak pada karakter kepribadian masing-masing santri.

Dan alhamdulillah, karena ridho dari Allah SWT. acara penyambutan kedatangan KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad dari tanah suci Mekah, tasyakuran, dan aqiqoh putra pertama  berjalan dengan lancar, yang dihadiri oleh keluarga, tamu undangan, masyarakat sekitar, santri, dan beberapa alumni.

Reported by team: Yazid Fathur Rozi

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *