Kirab Budaya Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad

Pondok Pesantren Sunni Srono Banyuwangi memperingati maulid Nabi dengan menyelenggarakan acara Kirab Budaya setiap tahun. Pada tahun ini diselenggarakan serentak pada hari sabtu 07 Januari 2017 yang lebih tepatnya tanggal 8 Robiul akhir 1438 Hijriyah. Berlangsung meriah di Parijatah Wetan Srono Banyuwangi. Selain Para Warga, Pimpinan Kepala Desa Sukomaju pun ikut menyaksikan acara kirab budaya tersebut.

Bukan hanya Kepala Desa melainkan TNI, Polisi, Tokoh lintas agama, Ormas, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa dan juga pelajar meraka ikut menyaksikan dan merayakan kirab budaya, Maulid Nabi Muhammad SAW. Santri Pondok Pesantren Sunni mereka ikut serta dalam merayakan kirab budaya maulid Nabi dan siswa-siswi pun tidak mau ketinggalan dalam acara kirab budaya tersebut, mulai dari PAUD, TK, MI, SMP,MTs, SMK,MA. Mereka semua ikut serta untuk merayakan gerakan dan memeriyahkan acara kirab budaya maulid Nabi Muhammad SAW.

Kata maulid berasal dari bahasa Arab berarti Hari Lahir. Sedangkan makna dari maulid Nabi adalah hari dimana diperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Umat Islam di berbagai daerah pasti merayakan maulid Nabi setiap tanggal 12 Robi’ul Awal dalam penanggalan Hijriyah yang mana juga sebagai tanggal kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW.

Semangat memperingati maulid Nabi dilakukan dengan tradisi budaya yang berbeda-beda di setiap daerah. Khususnya di daerah Sukomaju, Srono, Banyuwangi, di lakukan dalam bentuk kirab budaya yang di selenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Al-Qodiriyah dan Yayasan Sunni Indonesia dalam tradisi kirab budaya tersebut santri pondok Sunni, mereka menampilkan dengan segala macam tradisi Banyuwangi. Untuk menjaga kelestarian budaya yang telah di lestarikan secara turun temurun dari Nenek moyanganya. Agar tradisi budaya tidak luntur dan hilang begitu saja. Disamping itu pula sebagai ajang mengekspresikan hasil ekstrakurikuler selama di sekolah.

Pertama kali Yayasan Pondok Pesantren Sunni merayakan gerakan maulid Nabi Muhammad SAW, dengan melakukan pawai ke seluruh Desa Parijatah dengan menggunakan endok-endokan atau dari kata lain kembang endug. Namun dari tahun ketahunya, Yayasan Pondok Pesantren mengalami perkembangan yang sangat pesat dan dirasa sudah bisa menapilkan tradisi budaya Banyuwangi. Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Sunni merasa perlu untuk menambah gerakan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, dengan diiringi budaya Banyuwangi.

Maka Pengasuh menyelenggarakan acara dengan mengusung tema kirab budaya yang bernuansa Islam. di samping merayakan maulid Nabi sebagai media syi’ar juga perlu mengingat tradisi budaya yang ada di Banyuwangi dan mengenalkan makna-makna yang terkandung dalam tradisi budaya. dengan menggunakan koustum tradisional dan berbagai macam penampilan anggun BEC. Serta sebagian santri ada juga yang menggunakan koustum koustum batik khas Banyuwangi. Kirab budaya maulid Nabi Muhammad saw merupakan agenda rutin setiap tahunya. Yang di selenggarkan akhir penutupan bulan robi’ul akhir ba’da mulud.

Yayasan Sunni Indonesia telah mengadakan kirab budaya, guna untuk memperingati bulan Robi’ul awal dan Robi’ula akhir.di mana bulan yang slalu di nanti-nanti oleh seluruh umat yang memeluk agama Islam. dan ada juga orang yang agamanya non Islam mereka senang ketika mereka merayakan tahun lahirnya Nabi Muhammad. Karena menurut sebagian mereka, Nabi Muhammad adalah pelopor yang mulia bagi kaumnya. Namun mereka tidak menyebut tahun kelahiran Nabi dengan sebutan maulid, melainkan dengan istilah hari lahirnya pelopor dunia yakni Nabi Muhammad. Meskipun mereka tidak memeluk agama Islam mereka yakin bahwa Islam adalah agama yang damai sentosa.

Yayasan Pondok pesantren Sunni, Srono, Banyuwangi menampilkan atraksi budaya yang di percaya lahir di negara Indonesia yaitu IPSI ikatan pencak silat ndonesia sebagai ekspresi persatuan yang di tampilkan oleh sebagian siswa siswi laki laki dan perempuan. Para penonton yang memenuhi jalan Sukomaju, srono, Banyuwangi tersebut disuguhi berbagai jenis tari-tarian istimewa yang terkenal sampai keluar Negeri yaitu, tarian Gandrung sebagian siswa perempuan MI, SMP, MTs, dan SMK,MA. mereka menampilkan budaya tarian Gandrung Banyuwangi.

Tidak ketinggalan berbagai tarian unik ala santri Pondok yaitu tarian poco-poco. Dan ada lagi tarian tarian yang lainya sepeti tarian kuntulan, gambus, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pula Yayasan Sunni menampilkan grub drum band yang dimainkan oleh siswa-siswi MI Al Anshoriyah. Dan yang terakhir budaya khas Banyuwangi seperti, jaranan, asal usul Banyuwangi, dan kebo keboan.

Ketika ditanya KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad sebagai pengasuh berani menampilkan berbagai atraksi budaya saat Maulid Nabi, apalagi notabene lembaganya adalah pondok pesantren. Beliau dengan ringan bealasan bahwa tidak ada yang pelu dipertentangkan antara agama dengan budaya karena tidak ada satupun teks Islam melara budaya, yang perlu diketahui oleh ummat adalah bahwa yang dilarang itu bukan budaya melainkan maksiat dan kesyirikan. Selama sebuah budaya tidak mengandung kemaksiatan dan kesyirikan makan hukumnya mubah, ada dalam sebuah kaidah fikih AL ADATUL MUHAKAMAH sebuah budaya dan tradisi diakui dalam Islam, beliau panjang lebar menjelaskan.

Dalam berjalanya acara kirab budaya sistem yang paling di utamakan adalah keamanan dan kebersihan. Karna keamanan dan kebersihanlah adalah kunci utama lancarnya gerakan merayakan kirab budaya maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah acara kirab budaya selesai, para siswa-siswi, dan para santri yang mengikuti acara kirab budaya tersebut, berkumpul untuk melaksanakan makan bersama di Aula Pesantren. Selesai makan bersama, siswa dan guru foto bersama untuk membuat dokumentasi acara kirab budaya. dan tak ketinggalan pula sebagian santri dan Ustad membersihkan sampah sampah yang berserakan di jalan tempat berlangsungnya acara kirab budaya, mulai ujung sampai ke ujung jalan.

Dalam kirab budaya ini mungkin bisa memotifasi kalian semau karna di samping memperingati hari kelahiran Nabi, kita bisa juga memperingatinya dengan di iringi tradisi nenek moyang. Semoga bermanfa’at barokah, dan diridhoi oleh Allah amiin.

DOKUMENTASI KEGIATAN:

Reported by team; Salim, Ulum, Uzzi,markum, Holil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *