Al-Hikam (Tasawwuf)

001: Tanda Orang Yang Mengandalkan Amal Perbuatannya

Di antara tanda-tanda orang yang mengandalkan amal perbuatannya adalah kurang adanya pengharapan kepada rahmat Allah sewaktu terjadi kesalahan pada dirinya.

002-Menerima Keadaan Yang Telah Ditetapkan Oleh Allah

Keinginanmu bertajrid (melulu beribadah dengan meninggalkan usaha untuk memenuhi kebutuhan duniawi) sedangkan Allah masih menetapkan kamu pada kedudukan sebagai orang yang harus berusaha (bekerja) termasuk hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginanmu berusaha (untuk memenuhi kebutuhan duniawi) pahala Allah telah menempatkan kamu pada kedudukan bertajrid berarti merupakan kemunduran (menurun) dari cita-cita yang luhur.

003-Kekuatan Semangat Tidak Bisa Menerobos  Takdir

Kekuatan semangat itu tidak bisa menerobos tirai kepastian yang telah ditakdirkan oleh Allah. Karena itu tenangkanlah jiwamu dari urusan mengatur kebutuhan duniawi. Sebab apa yang telah disanggupkan oleh selain kamu yaitu Allah, maka janganlah kamu ikut memikirkannya.

Ketekunan di dalam mencapai apa yang telah ditanggung oleh Allah dan kelalaianmu di dalam apa yang telah diperintahkan kepadamu menunjukkan atas kebutaan hatimu.

004-Jangan Putus Asa Dalam Berdoa

Janganlah karena kelambatan masa pemberian Tuhan kepadamu, padahal kamu bersungguh-sungguh berdoa, membuatmu berputus asa. sebab Allah menjamin untuk menerima semua doa, menurut apa yang dipilihnya untukmua, tidak menurut kehendakmu. Dan pada waktu yang ditentukan-Nya, tidak pada waktu yang kamu tentukan.

Janganlah sampai meragukan kepadamu di dalam janji Allah sebab tidak datangnya barang yang dijanjikan itu walaupun sudah nyata waktunya (datang barang yang dijanjikan pada waktu tertentu) agar supaya keraguan-raguan itu tidak mencemari penglihatan hatimu dan tidak meredupkan cahaya hati nuranimu

005-Ma’rifat Kepada Allah Adalah Puncak Kesabaran Nikmat

Apabila telah dibuka bagimu jalan ma’rifat kepada Allah, maka dengan kema’rifatan itu jangan kamu perdulikan amalmu yang sedikit. Maka sesungguhnya Allah tidak akan membuka jalan kema’rifatan untukmu kecuali Dia menghendaki pengenalan kepadamu. Tidakkah kamu mengerti bahwa ma’rifat itu anugrah Allah kepadamu sedang semua amal perbuatanmu merupakan hadiah kepada-Nya. Sekarang dimanakah letak perbandingannya antara yang kamu hadiahkan kepada-Nya dengan apa yang telah diberikan Allah kepadamu.

006-Ruhnya Amal Adalah Ikhlash

Beraneka ragam jenis-jenis amal yang kelihatan itu karena bermacam-macam keadaan yang datang di dalam hati seseorang. Bermacam-macam amal yang kelihatan itu merupakan kerangka yang tegak, sedang ruhnya adalah wujudnya rahasia ikhlas yang terdapat di dalamnya.

007-Menjaga Keikhlasan Dalam Setiap Amal Perbuatan

Tanamlah dirimu di dalam bumi yang sepi. Maka setiap sesuatu yang tumbuh dengan tanpa ditanam, pasti tidak akan sempurna hasil buahnya.

008-Buahnya Mengasingkan Diri

Tidak ada sesuatu yang bisa memberi manfaat di dalam hati sebagaimana “Uzlah” (mengasingkan diri) dimana akan masuk sebab uzlahitu luasnya berfikir

009-Bila Dalam Hati Terlukis Gambar Semua Keadaan Selain Allah

Bagaimana hati itu bisa bercahaya padahal gambar semua keadaan selain Allah terlukis di dalam cermin hatinya. Atau bagaimana orang dapat berangkat menghadap Allah padahal dia selalu terbelenggu oleh sahwatnya (keinginannya). Atau bagaimanaorang dapat tamak (mempunyai kemampuan keras) agar bisa masuk ke hadirat Allah padahal dia belum bersuci dari janabah kelalaiannya. Atau bagaimana ia bisa berharap agar paham terhadap rahasia-rahasia yang halus padahal itu belum bertaubat dari semua kesalahannya.

Segala yang wujud itu semuanya adalah gelap. Sedang sesungguhnya yang meneranginya adalah tampaknya haq (Allah). Maka barang siapa melihat segala yang wujud ini akan tetapi dia tidak menyaksikan haq (Allah) di dalamnya atau di sisinya atau sebelumnya atau sesudahnya, pastilah adanya cahaya itu telah menyilaukan dan terhalang dari padanya cahaya ma’rifat sebab adanya awan-awan dari segala yang wujud ini.

010-Bukti-Bukti Kebesaran Allah

Di antara bukti yang menunjukkan kepadamu atas adanya kekuasaan Allah adalah Dia dapat menghalangimu dari melihat kepada-Nya dengan apa yang tidak wujud bersama-Nya.

Bagaimana disangka Allah SWT dapat di hijab oleh sesuatu padahal Dia yang menzahirkan segala sesuatu.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang tampak zahir pada segala sesuatu.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang terlihat dalam tiap sesuatu.

Sesuatu bagaimana akan dapat ditutup oleh sesuatu padahal dia yang tampak pada tiap segala sesuatu. Bagaimana mungkin dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang zahir sebelum sesuatu.

Bagaimana mungkin dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang lebih nyata dari segala sesuatu.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang Esa, tidak ada di samping-Nya sesuatu apapun.

Bagaimana akan dapat dihijab oleh sesuatu padahal Dia yang lebih dekat kepada kamu dari segala sesuatu.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu, andainya tidak ada Allah SWT niscaya tidak ada segala sesuatu.

Alangkah ajaibnya bagaimana nampak wujud di dalam ‘Adam (yang tidak wujud), atau bagaimana dapat bertahan sesuatu yang rusak binasa itu di samping zat yang bersifat kekal.

011-Rela Akan Keputusan Allah

Tidak meninggalkan sedikit pun dari kebodohan bagi sesiapa yang berkehendak mengadakan pada sesuatu masa sesuatu yang lain daripada apa yang dijadikan Allah S.W.T pada masa itu.

012-Jangan Menunda Amal Baik

Penundaanmu akan amal (kebaikan) kerana menanti adanya waktu senggang termasuk dari kebodohan-kebodohan jiwa.

013-Jangan Jemu Atas Pemberian Allah

Janganlah kamu meminta dari Allah agar Dia mengeluarkan kamu dari satu keadaan yang bersifat duniawi untuk supaya memberikan pekerjaan kepadamu di dalam selain keadaan di atas. Sebab seandainyaDia menghendaki kamu, pastilah Dia mengerjakanmu tanpa mengeluarkan (kamu dari keadaan semula)

014-Jangan Berhenti Setelah Bisa Melihat Barang Yang Samar

Tidak ingin cita-cita orang yang menuju kepada Allah (salik) untuk berhenti ketika dibukakan bagi cita-citanya (perkara yang samar) melainkan ketika ingin berhenti suara hakekat memanggilnya: “Yang kamu cari masih ada di depan, jangan berhenti di situ,” Begitu pula tidak tampak baginya bermacam-macam keindahan alam, melainkan ketika tanpak kepadanya hakekat keindahan alam memanggil kepadamu: “Sesungguhnya kami ini fitnah, maka janganlah kamu percaya kepadaku.”

015-Permintaan Hamba Allah Itu Ada Empat Macam

Permintaan akan rizqi kepada Allah merupakan tuduhan kepada-Nya bahwa Dia tidak memberi rizqi. Permintaan agar menjadi dekat kepada Allah berarti kamu jauh dari pada-Nya. Permintaanmu kepada selain Dia berarti sedikit rasa malumu kepada-Nya. Dan permintaan dari selain Allah karena adamya adanya kamu jauh dari pada-Nya.

Tidak satu nafaspun yang kamu lepaskan melainkan bagi setiap nafas itu ada ketentuan (taqdir) yang Allah akan melestarikannya padamu. Janganlah menantikan hilangnya penghalang untuk menunaikan perjalananmu menuju kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya yang demikian itu akan memutuskan kamu dari kewajiban menuju kepada Allah di dalam apa yang Allah menempatkanmu di dalamnya.

016-Dunia Itu Tempat Kesusahan

Jangan merasa aneh kalau terjadi kesukaran-kesukaran (kesusahan) selama kamu berada di dunia ini, Karena sesungguhnya dunia itu tidak dilahirkan melainkan sudah menjadi hak sifatnya dan merupakan ketetapan sifatnya.

017-Mengharapkan Perkara Dunia Dan Akhirat Kepada Allah

Tidak terhenti (tidak sukar) permintaan (mengenai masalah duniawi dan ukhrawi) yang kamu memintanya dengan Tuhanmu. Dan tidak mudah permintaan (mengenai masalah duniawidan ukhrawi) yang kamu memintanya dengan kekuatan dirimu sendiri.

Diantara tanda-tanda keberhasilan pada akhir tujuan adalah kembali kepada Allah pada permulaan tujuan ini.

Barang siapa bercahaya permulaannya, niscaya bercahaya pula dimasa akhirnya.

018-Apa Yang Ada Di Dalam Hati Terlihat Berkasnya Pada Wajah

Apa yang tersembunyi di dalam kegaiban berbagai rahasia (di dalam hati yang samar), pasti akan tampak pada anggota lahir.

019-Dua Orang Yang Berbeda

Jauh sekali bedanya antara orang yang berdalil bahwa adanya Allah menunjukkan adanya alam, dan orang yang berdalil bahwa adanya alam menunjukkan adanya Allah, orang yang berdalil bahwa adanya Allah menunjukkan adanya alam ini mengerti bahwa yang hak (wujud) ini milik-Nya. Maka dia telah menetapkan sesuatu perkara yang baru itu dari asalnya (yaitu Allah). Sedang berdalil bahwa adanya alam ini menunjukkan adanya Allah itu karena dia belum sampai kepada Allah. Bila tidak demikian, kapankah Allah itu gaib sehingga diperlukan dalil untuk mengetahui-Nya, dan kapan Allah itu jauh sehingga adanya sesuatu yang ada ini dapat menyampaikan kepada-Nya.

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah (membelanjakan) menurut kemampuannya, yaitu mereka yang telah sampai kepada Allah. Dan orang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah (membelanjakan) dari harta yang diberikan Allah kepada-Nya, yaitu orang yang sedang berjalan menuju kepada Allah

020-Antara Salik Dan Washil

Telah mendapat petunjuk orang-orang yang berjalan menuju kepada Allah dengan cahaya ibadahnya. Dan orang-orang yang telah sampai kepada Allah, kepada mereka dicurahkan cahaya dari pada-Nya. Maka golongan pertama (yaitu orang-orang yang berjalan menuju kepada Allah) menghendaki cahaya itu (agar bisa sampai kepada-Nya). Sedang orang-orang yang telah sampai kepad Allah, maka cahaya dari Allah itu telah tetap bagi mereka. Karena sesungguhnya mereka (yaitu orang-orang yang telah sampai kepada Allah) hanya karena Allah, tidak karena sesuatu selain Dia.

021-Meneliti Cela Diri Sendiri

Usahamu mengetahui apa yang tersimpan di dalam dirimu dari bermacam-macam cela itu lebih baik daripada usahamu mengetahui apa yang terhalang dari kamu berupa perkara-perkara yang gaib.

022-Allah Tidak Terhalang Oleh Sesuatupun

Allah yang Haq itu tidak terhalang (tertutup). Sesungguhnya yang terhalang adalah kamu dari melihat kepada-Nya. Sebab seandainya ada sesuatu yang menghalangi-Nya itu. Dan apabila bagi-Nya ada sesuatu yang menutupi, pastilah adanya Allah itu terkurung. Setiap yang mengurung sesuatu, maka dia mengusai sesuatu itu. Padahal Allah adalah Dzat Yang Mangusai sesuatu hamba-hamba-Nya.

023-Hilangkan Sifat Kemanusiaan Yang Buruk Dan Hina

Keluarkanlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu yang buruk dari setiap sifat yang dapat merusakkan sifat kehambaanmu agar supaya kamu dapat menyambut panggilan Allah Yang Haq, dan dari hadirat-Nya lebih dekat.

024-Asal Kemaksiatan Dan Ketaatan

Pokok dari tiap-tiap maksiat, lupa kepada Allah dan Syahwat yang berasal dari nafsu adalah rela menuruti hawa nafsu. Dan pokok dari setiap ketaatan, kesadaran dan menjaga diri dari syahwat adalah tiada kerelaanmu menurut hawa nafsu.

025-Mencari Teman Bergaul

Demi Allah, sekiranya kamu berkawan dengan orang bodoh yang tidak rela menuruti nafsu yaitu lebih baik bagi kamu daripada kamu berkawan dengan alim (pandai) yang rela menuruti nafsunya, dan mana ada kebodohan bagi orang bodoh yang tidak rela menuruti nafsunya.

026-Cahaya Akal Cahaya Ilmu Dan Cahaya Allah

Cahaya bashirah mempersaksikan kepadamu akan dekatnya Allah dari padamu, ‘Ainun bashirah mempersaksikan kepadamu akan ketiadaan kamu karena wujud-Nya, dan Haqqul bashirah mempersaksikan kepadamu akan wujud-Nya, tidak ketiadaan kamu dan tidak pula wujudmu.

Telah ada Allah dan tidak ada sesuatu bersama-Nya. Dan, Dia sekarang sebagaimana adanya semula.

027-Hanya Kepada Allah Segala Hajat Dihadapkan

Jangan melewati ini harapanmu kepada selain Dia. Maka Allah Yang Maha Pemurah itu tidak bisa melewati-Nya semua angan-angan.

 Janganlah mengajukan sesuatu hajat kepada selain Dia. Dia-lah yang menyampaikan hajat kepadamu. Maka bagaimanakah selain Dia bisa menyingkirkan (menghilangkan)sesuatu hajat yang Dia telah meletakkannya? Orang yang tidak mampu menghilangkan sesuatu hajat dirinya sendiri, maka bagaimana dia mampu menghilangkan hajat orang lain.

028-Baik Sangka Kepada Allah

Jika kamu tidak bisa berbalik sangka kepada Allah karena sifat-Nya yang baik itu, maka berbaik sangkalah kamu kepada-Nya karena nikmat yang dilimpahkan kepadamu. Maka tidaklah Dia membiasakan kepadamu melainkan kebaikan. Dan tidaklah Dia yang mengenakan kepadamu melainkan berbagai pemberian.

Sungguh mengherankan terhadap orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa dipisahkan dari padanya dan mencari apa yang tidak ada keabadian baginya bersama-sama dengannya. Maka sesungguhya yang demikian itu bukanlah buta penglihatannya, akan tetapi buta hatinya yang tertanan di dalam dada.

029-Hanya Kepad Allah Amal Ditujukan

Janganlah berangkat dari satu keadaan menuju ke keadaan yang lain. Maka jadikanlah kamu seperti binatang himar penarik gilingan. Dia berjalan, sedang jalan yang dia tempuh itu sebenarnya adalah jalan dimana dia mulai berangkat. Akan tetapi berangkatlah dari semua keadaan ini menuju kepada yang menciptakan keadaan (Allah). Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu tempat kamu sampai pada tujuan. Ingatlah sabda Rasulallah Saw (yang berarti): “Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya itu menuju kepada dunia yang akan diperolehnya atau kepada perempuan yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu akan sampai kepada apa yang dia hijrah kepadanya.” Fahamkan sabda Rasulallah Saw, dan angan-anganlah perkara ini jika kamu orang yang mempunyai kefahaman.

030-Jangan Berkawan Dengan Orang Yang Tidak Membangkitkan Semangat Ibadah

Janganlah berkawan dengan orang yang tingkah lakunya tidak membangkitkan semangat ibadahmu dan ucapannya tidak menunjukkan kamu kepada Allah. Kemungkinan kamu berbuat jelek (kesalahan/dosa), maka ditampakkan kepadamu sebagai kebaikan, karena persahabatanmu dengan orang yang lebih jelek tingkah lakunya daripada kamu.

031-Berlaku Zuhud Menyebabkan Bertambah Besarnya Amal

Tidak sedikit amal yang keluar dari hati orang zuhud, dan tidak bayak amal yang keluar dari hati orang senang keduniaan

Baiknya amal itu sebagai hasil dari baiknya keadaan hati. Sedang baiknya keadaan hati merupakan sebagian tanda ketetapan di dalam kedudukan (sebagai orang yang diberi cahaya ke Tuhanan) yang turun ke dalam hati.

032-Dzikir Merupakan Jalan Terdekat Menuju Kepada Allah

Jangan kamu tinggalkan dzikir karena ketiadaan hatimu hadir bersama-sama Allah di dalam dzikir itu. Sebab sesungguhnya kelalaianmu kepada Allah dengan tidak adanya dzikir kepada-Nya itu lebih berbahaya daripada kelalaianmu kepada Allah dengan masih adanya dzikir yang disertai kelalaian menuju kepada dzikir yang disertai kesadaran (ingat kepada Allah). Dan dari dzikir yang disertai kesadaran menuju kepada dzikir yang disertai kehadirat hati kepada-Nya, Dan dari dzikir yang dosertai kehadirat hati kepada-Nya menuju kepada dzikir yang disertai adanya keghaiban dari selain yang telah disebut (yaitu Allah). Dan tidaklah yang demikian itu bagi Allah sukar. 

033-Tanda-Tanda Hati Yang Mati

Di antara tanda-tanda matinya hati adalah tiadanya kesedihan (susah) atas apa yang terlewatkan oleh kamu dari semua ketaatan dan meninggalkan penyesalan terhadap apa yang kamu telah menjalankannya dari wujudnya semua kesalahan (dosa/maksiat).

Jangan dirasakan besar dosa yang ada pada kamu sebagai hal yang besar sehingga menghalangimu dari baik sangka kepada Allah Ta’ala. Maka sesungguhnya orang yang mengenal Tuhannya, Dia akan menganggap kecil dosanya di sisi sifat kemurahan-Nya. Tidak ada dosa kecil bila Dia menghadapimu dengan keadilan-Nya. Dan tidak ada dosa besar bila Dia menghadapimu dengan anugrah-Nya.

034-Amal Yang Lebih Bisa Diharapkan Diterima Oleh Allah

Tidak ada amal (kebaikan) yang lebih dapat diharapkan diterima daripada amal yang kamu samar melihatnya serta dianggap remeh wujudnya menurut kamu.

Sesungguhnya Allah mendatangkan “warid” kepadamu agar supaya kamu dengan “warid” itu menjadi orang yang menghadap dan masuk ke hadirat-Nya (dengan hati yang ikhlas). Allah mendatangkan kepadamu “warid” agar supaya kamu selamat dari cengkraman maksud-maksud duniawi dan nafsu sahwat serta melepaskan kamu dari perbudakan duniawi dan nafsu sahwat. Allah mendatangkan kepadamu “warid” agar supaya kamu keluar dari kungkungan (belenggu) sifat-sifatmu untuk menuju ke alam penglihatanmu kepada-Nya.

Cahaya-cahaya iman dan keyakinan merupakan kendaraan yang membawa hati dan rahasia-rahasia yang menuju ke hadirat Allah

035-Antara Cahay Tauhid Dan Kegelapan Syirik

Cahaya tauhid/iman dan cahaya yakin merupakan tentara hati, sebagaimana kegelapan itu merupakan tentara nafsu. Apabila Allah berkehendak menolong hamba-Nya, niscaya Dia membentangkan hati namba-Nya dengan balatentara cahaya tauhid dan iman, dan Dia putuskan dari padanya tentara kegelapan/nafsu

Cahaya itu baginya sebagai pembuka, sedang bashirah (penglihatan hati) baginya sebagai kepahaman, dan hati baginya sebagai pelaksana dan penentang.

036-Setelah Menjalankan Ketaatan

Jangan menyebabkan gembira kepadamu taat, lantaran taat itu keluar dari kamu. Dan gembiralah dengan taat itu karena dia keluar dari Allah kepadamu. 

Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka gembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

Allah memutuskan (menghalangi) orang yang berjalan menuju kepada-Nya dan orang yang telah sampai kepada-Nya dari melihat amal-amal mereka dan menyaksikan tingkah laku hati mereka. Adapun orang yang berjalan menuju kepada-Nya, karena sesungguhnya mereka belum menyakinkan kebenaran bersama-sama dengan Allah di dalam amal-amal itu. Sedang orang-orang yang telah sampai kepada Allah, karena sesungguhnya Allah telah menyamarkan mereka dari amal-amalnya sebab telah sibuk melihat-Nya

037-Tamak Sebesar-Besar Bencana Yang Menyebabkan Kehinaan

Tidak akan berkembang cabang-cabang kehinaan kecuali di atas biji tamak.

Tidak menuntun kepadamu sesuatu seperti wahm (angan-angan).

Kami merdeka (bebas) dari segala sesuatu yang kamu telah putus dari padanya. Dan kamu tetap menjadi budak bagi segala sesuatu yang kamu tamak kepadanya.

038-Menghadap Dan Bersukurlah Kepada Allah

Barang siapa tidak menghadap kepada Allah ketika diberi kehalusan-kehalusan karunia-Nya, niscaya dia akan dibelenggu dengan rantai-rantai ujian. Barang siapa tidak mensyukuri segala nikmat, maka benar-benar dia telah menyodorkan untuk hilangnya nikmat. Dan barang siapa mensyukuri nikmat, maka benar-benar  dia telah mengikatnya dengan tali.

039-Takutlah Dengan Pengluluan Allah

Takutlah kamu dari adanya kebaikan (kenikmatan) yang diberikan Allah kepadamu padahal kamu tetap dalam menjalankan maksiat kepada-Nya, dimana semua itu menjadi istidraj (pengluluan) kepadamu, sebagaimana firman Allah (yang artinya): “Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

Diantara kebodohan murid (orang yang mempunyai kehendak untuk menuju kepada Allah) ialah buruk pekertinya lalu ditangguhkan siksa dari padanya, maka dia berkata: “Seandainya ini termasuk keburukan budi pekerti, pasti sudah diputuskan bantuan Allah dan menyebabkan jauh dari Allah.” Maka sesungguhnya telah diputuskan bantuan Allah dari padanya hanya saja ia tidak merasa, meskipun hanya berupa tercegahnya tambahan. Dan kadang-kadang dia ditempatkan di tempat yang jauh padahal dia tidak merasa, meskipun tidaklah jauh itu kecuali Allah membiarkanmu dan apa yang kamu kehendaki.

040-Golongan Muqarrabin Dan Golongan Abrar

Apabila kamu melihat seseorang yang Allah telah menjadikan kepadanya wirid dan dia selalu menjaganya, namun lama sekali datangnya pertolongan Allah (keepadanya), maka janganlah meremehkan apa yang tuhannya (Allah) telah memberinya. Karena sesungguhnya kamu tidak mengerti tanda orang-orang ma’rifat atasnya dan keindahan orang-orang yang cinta kepada Allah, maka seandainya tidak ada wirid (karunia Allah), tentu tidak ada wirid (kedinasan di dalam menjalankan ibadah tertentu)

Ada kamu yang Allah telah menempatkan mereka untuk berikhidmat (beribadah) kepada-Nya, dan ada juga kaum yang Allah telah memberi keistimewaan kepada mereka dengan mencintai-Nya. Masing-masing kami (Allah) berikan bantuan (karunia) kepada mereka itu berupa pemberian Tuhannya. Dan tidaklah pemberian Tuhanmu itu terbatas.

Sedikit sekali (jarang) ada wirid ilahiyat (karunia Allah) yang dihasilkan kecuali secara mendadak, agar supaya orang-orang ahli ibadah tidak mengaku bahwa waridat ilahiyat diperolehnya dengan persiapan.

041-Tanda-Tanda Kebodohan Seseorang

Barang siapa yang kamu telah melihat orang yang selalu menjawab dari setiap sesuatu yang ditanyakan, menceritakan dari segala sesuatu yang dia ketahuai, maka yang demikian itu menunjukkan kebodohannya. 

042-Akhirat Sebagai Orang-Orang Yang Beriman

Sesungguhnya Allah menjadikan akhirat sebagai tempat pembalasan hamba-hamba-Nya yang beriman. Karena sesungguhnya dunia ini tidak memuat apa yang Allah menghendaki untuk memberi mereka. Dan sesungguhnya Allah mengagungkan pembalasan mereka daripada memberi balasan kepada mereka di tempat yang tidak ada keabadian baginya.

043-Tanda-Tanda Amal Yang Diterima Allah Kelak

Barang siapa bisa merasakan buah amalnya sekarang (di dunia) maka itu sebagai petunjuk diterimanya amal itu oleh Allah kelak.

Apabila kamu ingin mengetahui kedudukan dirimu disi Allah, maka perhatikan di dalam apa yang Allah telah menempatkan dirimu.

Sewaktu Allah memberi rizki ketaatan kepadamu dan merasa cukup dengan Allah dari ketaatannya, maka ketahuilah bahwasanya Allah telah melimpahkan kepadamu ketaatan lahir dan batin.

Sebaik-baik barang yang kamu minta dari pada-Nya adalah apa yang Allah telah menuntutnya darimu.

044-Terpedaya Oleh Nafsu Dan Setan

Merasa sedih karena tidak menjalankan taat dengan tanpa ada rasa kebangkitan (kegiatan) menjalankannya adalah sebagian dari tanda-tanda terpedayanya oleh nafsu dan setan.

045-Orang Ma’rifat Yang Sebenarnya

Bukan orang yang ma’rifat, orang yang apabila menunjuk, maka dia merasa menemukan Allah lebih dekat kepadanya dari isaratnya. Akan tetapi orang yang ma’rifat ialah orang yang tidak ada isarat baginya karena ketiadaannya di dalam wujud Allah dan keterlipatannya di dalam melihat-Nya.

046-Antara Harapan Dan Angan-Angan

Pengharapan ialah sesuatu yang dibarengi dengan perbuatan, bila tidak demikian, maka itu disebut angan-angan (lamunan)

047-Harapan Orang-Orang Ma’rifat

Harapan orang-orang ma’rifat kepada Allah adalah kesungguhan dalam menghamba kepada-Nya dan dapat menunaikan hak kewajibannya kepada Tuhan.

Keleluasaanmu (dalam keadaan lapang) itu agar supaya tidak menetapkan kamu bersama dalam kesempitan. Dan kesempitanmu itu agar supaya tidak meninggalkan kamu bersama dalam keleluasaanmu (lapang). Dan Allah melepaskan kamu dari keduanya itu agar supaya kamu tidak bergantung kepada sesuatu selain Dia.

048-Orang-Orang Ma’rifat Lebih Mengkhawatirkan Keadaan Lapang

Orang-orang ma’ifat jika merasa lapang lebih banyak khawatirnya daripada jika mereka dalam kesempitan. Dan tidak dapat tetap berdiri di atas batas-batas adab di dalam keadaan lapang kecuali sedikit.

Dalam keadaan lapang nafsu ikut mengambil bagiannya dengan bergembira, sedang dalam kesempitan tidak ada bagian sama sekali bagi nafsu itu.

Kadang-kadang Allah memberi kepadamu sesuatu dari masalah keduaniaan, maka Dia menolak memberikan pertolongan kepadamu, Dan kadang-kdang Dia menolak memberikan sesuatu kepadamu maka Dia kemudian memberi pertolongan kepadamu.

Apabila Allah telah membukakan kepadamu pintu kepahaman di dalam penolakan (Nya), maka kembalilah penolakan itu sebagai kenyataan pemberian (Nya).

049-Dunia Itu Sebagai Tipuan Dan Pelajaran

Semua keadaan (dunia) ini pada lahirnya adalah tipuan, sedang pada batinnya sebagai pelajaran. Maka nafsu melihat kepada lahir tipuannya, sedang hati melihat kepada pelajarang yang terkandung di dalamnya.

Jika kamu menghendaki kemuliaan yang tidak rusak (kekal), maka janganlah mengagungkan dengan kemuliaan yang rusak.

Lipatan yang sesungguhnya ialah terlipatnya jarak dunia darimu, sehingga kamu melihat akhirat lebih dekat kepadamu daripada dirimu.

Pemberian  dari makhluk itu sebagai penghalang, sedang penolakan dari Allah itu sebagai kebaikan (karunia dari pada-Nya)

050-Kebiasaan Pemberian Pahala Oleh Allah 

Maha Agung Tuhan kami, yang apabila seseorang beramal kepada-Nya seketika maka Dia membalasnya dikemudian hari.

Sudah cukuplah dari balasan (pahala) Allah kepadamu atas sesuatu taat dimana Dia telah rela kepadamu sebagai orang yang ahli menjalankan taat.

Cukuplah sebagai pahala Allah kepada orang-orang yang beramal apa yang Allah telah mebukakannya pada hati mereka di dalam menjalankan ketaatandan yang Allah telah mendatangkannya kepada mereka dari kesenangan yang terdapat dalam hatinya.

Barang siapa menyembah kepada Allah karena sesuatu yang ia mengharapkannya dari Allah atau ingin menolak kedatangan siksa dari Allah dengan ketaatannya, maka belumlah ia menunaikan kewajibannya sesuai dengan sifat-sifatnya.

051-Penolakan Allah Adakalanya Merupakan Nikmat

Apabila Allah memberi kepadamu, niscaya Dia saksikan kepadamu kebaikan-Nya. Dan apabila Dia menolakmu, niscaya Dia saksikan kepadamu kekuasaan-Nya, maka Dia (Allah) di dalam semua itu, memperkenalkan kepadamu dan menghadapkan dengan sifat kehalusan-Nya kepadamu.

Sesungguhnya penolakan yang terasa menyedihkan itu karena tiada kepahamanmu mengenai Allah di dalam penolakan itu.

Kemungkinan Allah membuka pintu taat kepadamu, namun Dia tidak membuka pintu penerimaan kepadamu. Kemungkinan pula Allah memutuskan dosa kepadamu, akan tetapi justru dengan dosa itu menjadikan sebab sampai kepada-Nya.

052-Kemaksiatan Yang Menyebabkan Kerendahan Diri Lebih Baik Daripada Keta’atan Yang Menyebabkan Kesombongan

Kemaksiatan yang menyebabkan kerendahan diri dan pengharapan (kepada rahmat Allah) itu lebih baik daripada taat yang menyebabkan perasaan mulia dan kesombongan.

053-Nikmat Ijad Dan Imdad

Dua nikmat yang tidak akan keluar segala yang wujud dari keduanya dan tidak bisa tidak bagi setiap yang wujud ini terjadi dari keduanya, yaitu nikmat ijad (penciptaan) dan nikmat imdad (kelanjutan).

Allah memberi nikmat kepadamu pertama kali dengan ijad, dan yang kedua dengan berlanjutnya nikmat imdad.

054-Kebutuhan Bagi Manusia Merupakan Sifat Dzatiyah (Yang Dibawa Sejak Mulai Jadi)

Merasa butuhmu bagimu merupakan sifat asli yang dibawa sejak pertama kejadian. Dan datangnya berbagai sebab mengingatkan kepadamu apa yang samar (tersembunyi) bagimu dari perasaan butuh itu. Sedang perasaan butuh yang dibawa sejak pertama kejadian itu tidak bisa dihilangkan oleh perkara yang baru.

Sebaik-baik waktumu ialah waktu yang didalam waktu itu kamu bisa menyaksikan (merasakan) kebutuhanmu serta dikembalikan kamu pada waktu itu kepada kefakiranmu.

Apabila Allah memberikan rasa kesunyian (kejemuan) kepadamu dari makhluknya, maka ketahuialan sesungguhnya Dia menghendaki akan membuka pintu kemesraan kepadamu dengan-Nya.

Apabila Allah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuiah sesungguhnya Dia Menghendaki untuk memberimu.

055.Orang Ma’rifat Senantiasa Menghajatkan Allah

Orang ma’rofat itu tidak hilang-hilang hajat kebutuhannya dan tidak ada ketenangan baginya bersama-sama selain Allah.

Allah menerangi alam ini dengan cahaya bekas-bekas-Nya, dan menerangi hati dengan cahaya sifat-sifatnya. Karena itu lenyaplah cahaya alam dan tak akan lenyap cahaya hati dan mata hati. Begitulah dikatakan (dalam syair): “Sesungguhnya matahari siang tenggelam pada waktu malam, sedang matahari hati tidak pernah tenggelam.

056.Cara Menghilangkan Kepedihan Waktu Mendapat Cobaan

Sesungguhnya pengertianmu bahwa Allah-lah yang memberi/menurunkan cobaan kepadamu pasti dapat meringankan kepedihan cobaan yang menimpa kepadamu. Maka Dzat yang telah mendatangkan berbagai kepastian kepadamu itu adalah Dzat yang telah membiasakan kepadamu dengan kebaikan mamilih.

057.Tanda Lemahnya Keyakinan

Barang siapa mengira terlepasnya sifat kasih sayang Allah dari ketetapan-Nya (sewaktu menetapkan sakit, miskin, atau sejenisnya) maka yang demikian itu karena kedangkala pengertiannya.

Tidak dikhawatirkan kamu kebingungan jalan (dalam mendekatkan diri kepada Allah), sesungguhnya yang dikhawatirkan atasmu jikalau hawa nafsu yang mengalahkan kamu.

Maha suci Dzat yang menutupi rahasia ilmu kewalian yang diberikan-Nya dengan tampaknya sifat-sifat kemanusiaan (yang umum). Dan menjadi tampak ilmu kewalian itu dengan keagungan Tuhan di dalam menampakkan sifat-sifat kehambaan.

058-Jangan Menuntut Allah Atas Keterlambatan Permintaan Yang Diajukannya

Janganlah kamu menuntut kepada Tuhanmu sebab keterlambatan permintaanmu. Akan tetapi tuntutlah dirimu sebab keterlambatan adabmu.

apabila Allah menjadikan kamu pada lahirnya mengikuti perintah-Nya dan memberi rizki (pertolongan) kepadamu di dalam batin dengan menyerah (rela) terhadap kepastian-Nya, maka benar-benar Dia telah memberi kebesaran karunia kepadamu.

Tidak setiap orang yang telah tetap kekhususannya (kekeramatannya) itu pasti sempurna keikhlasannya.

059-Jangan Meremehkan Wirid

Tidak akan meremehkan wirid kecuali orang yang sangat bodoh. Warid itu akan didapatkan sampai di akhirat, sedang wirid itu akan terlipat (habis) dengan terlipatnya (habisnya) dunia. Dan sesuatu yang lebih utama diperhatikan adalah apa yang tidak tergantikan wujudnya. Wirid adalah yang di tuntut Allah dari kamu, sedang warid adalah kamu yang menuntutnya daripada-Nya. Maka dimanakah perbedaan antara wirid yang Allah telah menuntut dari kamu dengan warid yang kamu telah menuntutnya dari Allah.

Datangnya warid imdadi menurut persiapan, dan terbitnya cahaya keyakinan menurut bersihnya hati.

060-Perbedaan Antara Orang Yang Lupa Dengan Orang Yang Tidak Berakal Menurut Ukuran Tauhidnya

Orang yang lupa akan tauhidnya, bila pagi-pagi selalu berfikir apa yang akan ia kerjakan. Dan orang yang berakal dia selalu berfikir apa yang bakal diperbuat Allah padanya (pada hari itu)

Sesungguhnya keresahan orang-orang yang ahli ibadah dan orang-orang zuhud dari segala sesuatu itu disebabkan karena kesamaran mereka dari Allah (terhalang melihat Allah) di dalam setiap sesuatu. Jikalau mereka bisa menyaksikan Allah di dalam setiap sesuatu, niscaya, mereka tidak akan resah dari sesuatu itu.

Allah sudah mengetahui kamu, bahwa kamu itu tidak akan sabar (tidak akan betah) jauh dari Allah. Maka Dia memperlihatkan kepadamu apa yang kelihatan (tampak) dari pada-Nya.

061-Untuk Menghindari Kebosanan Dalam Menjalankan Ketaatan

Ketika Allah mengetahui adanya sifat bosan dari kamu maka Dia lalu menganekaragamkan macam-macam taat dan Dia mengetahui apa yang ada pada kamu dari sifat tamak atau rakus (didalam mengerjakan taat) maka Dia pun mencegah ketaatan yang kamu lakukan di dalam sebagian waktu agar supaya ada kegairahanmu di dalam mendirikan salat, buka nkarena wujudnya salat. Maka tidaklah setiap orang yang salat itu bisa mendirikan salat (dengan sempurna).

062-Faedah Yang Terkandung Dalam Shalat

Shalat itu sebagai penyucian hati dari kotoran-kotoran dosa dan sebagai pembuka pintu gaib.

Shalat itu tempat bermunajat (menyampaikan hajat di hadapan Allah) dan tempat mencurahkan kasih seorang hamba kepada Allah serta kasih Allah kepada hamba-Nya yang dapat menampung segala rahasia-Nya di dalam shalat itu dan menjadi terbit pula cahaya yang terang.

Allah mengetahui kelemahanmu, maka Dia mempersedikit bilangan-bilangan (shalat yang hanya lima waktu). dan Dia mengetahui hajatmu kepada anugerah-Nya, maka Dia memerbanyak pahalanya (shalat)

Jikalau kamu menuntut penggantian (berupa pahala) atau sesuatu amal perbuatan, maka kamupun dituntut adanya kesungguhan (keikhlasan) di dalam amal itu. Dan orang yang ragu-ragu sudahlah cukup mendapatkan keselamatan.

Janganlah kamu menuntut ganti (pahala) atas amal yang kamu tidak mengerjakan. Cukuplah sebagai balasan Allah bagimu atas sesuatu amal yang oleh-Nya amal itu telah diterima.

063. Anugerah Allah Di Dalam Wujudnya Amal.

Apabila Allah mengehendaki melahirkan anugerah-Nya kepadamu, maka Dia ciptakan amal itu seraya  membangsakan kepadamu.

Tidak ada selesainya batas kejelekanmu jika Allah mengembalikan (mewakilkan) kamu kepada kekuatan nafsumu. Dan tidak akan selesai kabaikan-kebaikan jika Allah melahirkan (menguasakan) kemurahan-Nya kepadamu.

Jadilah kamu orang yang bersandar (bergantung) dengan sifat-sifat ke Tuhanan-Nya dan nyatakan sebenar-benarnya sifat-sifat kemahaanmu.

064-Dilarang Mengakui Mempunyai Sifat-Sifat Allah

Allah mencegah kamu mengakui apa yang tidak milikmu dari apa yang diberikan kepada semua makhluk. Apakah mungkin Allah membolehkan kamu mengakui sifat-Nya, padahal Dia adalah Penguasa seluruh alam.

065-Bagaimana Mencapai Hal-Hal Yang Di Luar Kebiasaan

Bagimana bisa terlampaui olehmu kebiasaan-kebiasaan, sedang kamu tidak bisa menjebol kebiasaan-kebiasaan dari nafsumu.

066-Tujuan Berdo’a

Bukanlah yang dianggap itu adanya permintaan (berdo’a), akan tetapi sesungguhnya agar kamu diberi rizki budi pekerti (tatakrama) yang baik.

Tidak satupun yang dapat menuntut tercapainya permintaan hajatmu seperti dalam keadaan terpaksa, dan tidak satupun yang dapat menyegerakkan tibanya pemeberian-pemberian Allah seperti merendahkan diri dan sangat butuh.

067-Agar Dapat Wushul (Sampai) Kepada Allah

Seandainya kamu tidak akan sampai kepada-Nya melainkan sesudah musnah hawa nafsu yang buruk dan terhapus kotoran syirik, maka kamu tak akan sampai kepada-Nya selamanya. Akan tetapi bilamana Allah menghendaki menyampaikan kamu kepada-Nya, niscaya Dia pasti menutupi sifatmu dengan sifat-Nya dan perilakumu dengan perilaku-Nya. Maka Dia menyampaikan kamu kepada-Nya dengan apa yang diberikan oleh-Nya kepadamu, bukan dengan amal perbuatanmu yang kamu hadapkan kepada-Nya.

068-Agar Amal Itu Dapat Diterima Allah

Seandainya tidak ada keindahan tutup Allah. pastilah tidak ada amal yang patut diterima.

Kamu terhadap sifat penyatun Allah sewaktu menjalankan taat kepada-Nya lebih berhajat daripada kebutuhan hajatmu kepada sifat penyantun-Nya sewaktu kamu menjalankan maksiat kepada-Nya

069-Tutup Allah Itu Ada Dua Bagian

Tutup itu ada dua bagian, yaitu tutup dijauhkan dari maksiat dan tutup di dalam mengerjakan maksiat. Orang umum (orang awam) mereka minat dari Allah Ta’ala agar ditutupi di dalam mengerjakan maksiat karena khawatir jatuh martabat mereka di kalangan orang banyak. Sedang orang-orang khas (orang-orang yang telah menetapi imannya) mereka minta tutup dari Allah agar dijauhkan dari menjalankan maksiat karena kekhawatiran mereka jatuh dari pandangan Allah yang Hak.

Orang yang menghormati kepadamu sesungguhnya dia itu menghormati keindahan tutup Allah yang ada pada kamu. Maka pujian itu bagi Dzat yang menutupi kamu. Bukanlah pujian itu bagi orang yang menghormati kamu dan orang yang bersyukur kepadamu.

Tidaklah menemani kamu kecuali orang yang telah menemanimu sedang dia dengan celamu itu telah mengetahui. Dan tidaklah yang demikian itu melainkan Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik orang yang kamu temani adalah orang yang memperhatikan kepentinganmu, bukan karena tujuan sesuatu yang akan kembali kepadanya darimu.

070-Cahaya Keyakinan Dapat Mendekatkan Pandangan Ke Akhirat

Apabila cahaya keyakinan menerangi kamu, pastilah kamu akan melihat akhirat lebih dekat kepadamu daripada kamu berjalan menuju ke sana dan pastilah kamu akan melihat keindahan-keindahan dunia ini benar-benar telah  jelas diliputi oleh kepingan-kepingan kerusakan.

Tidak menghalangi kamu dari melihat Allah adanya sesuatu yang diwujudkan di samping-Nya, akan tetapi telah menghalangi kamu dari melihat-Nya persangkaan adanya sesuatu yang diwujudkan di samping-Nya.

Andaikata tidak nyata Allah di dalam segala yang wujud ini, niscaya tidak akan terjadi adanya penglihatan pada segala yang wujud. Apabila menjadi terang (nyata) sifat-sifat Allah, pasti binasalah segala yang terwujud ini.

071-Segala Sesuatu Itu Tidak Ada Sedang Adanya Karena Allah

Allah yang melahirkan segala sesuatu karena sesungguhnya Dia itu bersifat batin. Dan Dia yang melipat wujudnya segala sesuatu karena sesungguhnya Dia itu bersifat zhahir (Nyata).

Allah memperoleh kamu melihat apa yang ada di dalam segala yang wujud. Dan Allah tidak mengijinkan kamu berhenti pada segala sesuatu yang ada ini. Sebagaimana firman-Nya (yang artinya): “Katakanlah: “Perhatikan apa yang ada di langit dan di bumi.”QS.Yunus 101). Maka Allah membuka kepadamu barbagai pintu kepahaman. Dan Allah tidak berfirman (yang artinya): “Perhatikanlah langit-langit itu”, agar supaya tidak menunjukkan kepadamu adanya benda-benda itu

Segala yang ada itu bisa tetap sebab ditetapkan Allah, dan menjadi terhapus (lenyap) sebab ke Esaan Dzat-Nya.

072-Jadilah Orang Yang Selalu Mencela Dirinya Sendiri

Orang-orang selalu memuji kamu karena ada yang mereka sangka ada pada kamu. Maka  jadilah kamu orang yang selalu mencela dirimu sendiri karena apa yang kamu telah mengetahuinya dari dirimu.

Orang mukmin itu bila dipuji, maka dia merasa malu kepada Allah atas pujian yang ditujukan kepadanya dengan sifat yang dia tidak menyaksikannya dari dirinya.

Sebodoh-bodoh manusia adalah orang meninggalkan keyakinan sesuatu yang ada padanya karena mengikuti persangkaan yang ada pada orang banyak.

Apabila Allah melepaskan  pujian kepadamu, sedangkan kamu itu bukan ahlinya dipuji, maka memujilah kamu kepada Allah dengan apa yang Dia itu memang ahlinya dipuji.

073-Orang-Orang Zuhud Itu Merasa Takut Mendapat Pujian

Orang-orang zuhud bila dipuji, mereka merasa berkegut hati karena pengertian mereka bahwa pujian itu dari makhluk. Sedang orang-orang yang makrifat bila dipuji, mereka bersuka cita karena pengertian mereka bahwa yang demikian itu datang dari Allah Raja Yang Hak.

Sewaktu-waktu kamu diberi, maka pemberian itu menggembirakan kamu. Dan apabila kamu ditolak, maka penolakan itu menjadikan kamu sedih. Yang demikian itu menunjukkan masih tetapnya sifat kekanak-kanakanmu dan tiada kesungguhanmu di dalam penghambaanmu.

Apabila terjadi dosa dari padamu, maka janganlah sampai menyebabkan keputu asaanmu untuk menghasilkan istiqamah kepaan kepdamuir yang telah ditakdirkda Tuhanmu. Maka kadang-kadang yang demikian itu sebagai dosa yang terakhir  yang telah ditaqdirkan kepadamu.

Kadang-kadang memberi faedah kepadamu di kegelapan malam (kesedihan) apa yang kamu tidak bisa mengambil faedah di saat terangnya hari bahagia. Kalian tidak tahu manakah yang lebih dekat manfaatnya bagi kalian.

074-Hati Itu Sumber Cahaya

Tempat terbitnya berbagai cahaya itu adalah hati dan rahasia-rahasianya.

Cahaya yang tersimpan di dalam hati sembernya dari cahaya yang datang langsung dari berbagai gudang kegaiban.

Cahaya yang diperoleh dengan panca indera bisa membuka kepadamu akan semua keadaan yang terjadi (benda-benda di alam ini), sedang cahaya yang tersimpan di dalam hati bisa membuka kepadamu akan sifat-sifat Allah yang azali.

Terkadang hati berhenti bersama-sama dengan cahaya sebagaimana terhalangnya nafsu sebab tebalnya benda-benda (syahwat)

Allah menutupi cahaya hati dengan bermacam-macam keadaan lahiriyah karena memuliakannya untuk (tidak) diberikan secara terang atau (khawatir) untuk dipanggil atasnya dengan lisan kemasyhuran.

075-Wali Allah Itu Tertutup

Maha suci Allah yang tidak menjadikan bukti (tanda) pada Wali-wali-Nya kecuali sekedar bukti pengenalan kepadanya, dan tidak akan sampai kepada mereka kacuali orang yang Allah telah menghendaki menyampaikannya kepada-Nya.

Terkadang Allah memperlihatkan kepadamu kegaiban alam melakut-Nya namun Dia menutup penglihatan darimu atas rahasia-rahasia hamba(Nya).

Barang Siapa dapat melihat rahasia-rahasia orang sedang dia tidak berperagai sebagaimana kasih sayang Allah, maka penglihatannya itu merupakan fitnah atasnya dan menjadi sebab tertariknya bencana menimpa kepadanya.

076-Kehendak Nafsu Dalam Menjalankan Taat Amatlah Samar.

Bagian nafsu di dalam kemaksiatan amatlah jelas (terang), sedang bagian nafsu di dalam taat amatlah samar. Dan mengobati yang samar itu sukar penyembuhannya.

Kadang-kadang riya’ itu masuk kepadamu dari arah yang orang tidak bisa melihat kepadamu.

077-Tanda-Tanda Tidak Adanya Kesungguhan Di Dalam Menghamba Kepada Allah.

Kesenanganmu agar orang mengetahui kaistimewaanmu menunjukkan tidak adanya kesungguhanmu di dalam penghambaanmu (kepada Allah).

Hilangkan pandangan orang kepadamu sebab adanya penglihatan Allah kepadamu. Dan hilangkan perhatian orang kepadamu sebab adanya perhatian Allah kepadamu.

Barang siapa mengenal Allah Yang Hak, pastilah dia dapat melihat-Nya di dalam setiap sesuatu. Dan barang siapa yang fana dengan Allah, maka samarlah dia dari segala sesuatu. Dan barang siapa yang cinta kepada Allah, maka dia tidak akan mengutamakan sesuatu atasnya.

078-Penyebab Yang Menghalangi Penglihatan Kepada Allah

Sesungguhnya terlalu dekatnya Allah darimu itulah yang menghalangi kamu melihat kepada-Nya.

Sesungguhnya Dia bisa terhalang karena sangat terangnya dan samar dari penglihatan karena cahaya-Nya yang besar.

079-Permohonan Merupakan Tanda Penghambaan

Janganlah permohonanmu dijadikan sebab datangnya pemberian dari Allah, maka berarti sedikitlah pengertianmu kepada-Nya. Dan hendaklah permohonanmu itu dijadikan sebagai pelahiran sifat kehambaan dan menunaikan hak-hak ke Tuhanan.

Bagaimana permohonanmu yang baru datang menjadi sebab di dalam pemberian Allah yang ditetapkan lebih dahulu?

Maka luhur kepastian (Allah) yang azali jika disandarkan kepada berbagai sebab.

Pertolongan Allah kepadamu bukan karena sesuatu yang timbul dari padamu. Dan bagaimanakah kamu ketika pertolongan-Nya mengarah kepadamu dan pemeliharaan-Nya menghadap kepadamu padahal ketika itu tidak ada di dalam azalinya keikhlasan amal dan terwujudnya keadaan. Bahkan tidak ada pada waktu itu kecuali hanya bermacam-macam anugerah dan kebesaran pemberian (Allah).

Allah mengerti, sesungguhnya hamba-hamba (Nya) bergairah sekali mendapatkan rahasia pemberian (karunia) Allah. Maka Allah berfirman (yang artinya): “Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya untuk diberi rahmat-Nya. Dan Allah juga mengerti andaikata Dia membiarkan mereka yang demikian itu pasti mereka meninggalkan amal karena berpegang pada ketentuan azali maka Dia-pun berfirman (yang artinya). “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Kepada kehendak (Allah) bersandar segala sesuat dan tidaklah kehendak-Nya yang bersandar kepada segala sesuatu itu.

080-Manakah Yang Lebih Utama, Berdo’a Atau Diam

Adakalanya adab mendorong orang-orang yang ma’rifat untuk meninggalkan permohonan (tidak minta kepada Allah) karena bersandar kepada pembagian Allah dan karena sibuk dengan berdzikir kepada-Nya hingga tidak sempat memohon kepada-Nya.

Dan sesungguhnya yang harus diingatkan adalah orang yang padanya mungkin lupa. Dan yang harus diperingatkan adalah orang yang mungkin dari padanya timbul sembrono.

081-Masa Yang Terbaik Dari Seoang Murid

Datangnya berbagai kesukaran (kesempitan/kekurangan) merupakan hari rayanya para murid (orang yang mempunyai kehendak untuk dapat sampai kepada Allah)

Terkadang kamu mendapat tambahan (karunia) di dalam berbagai kesempitan apa yang kamu tidak mendapatkannya di dalam shalat dan puasa.

Berbagai kekurangan itu merupakan hamparan bermacam-macam karunia Allah.  Bilamana kamu menghendaki datangnya bermacam-macam karunia, maka benarkanlah penghambaanmu di waktu butuh  dan kekurangan yang menimpa padamu itu. Sesungguhnya sedekah-sedekah itu hanyalah untuk orang-orang fakir (orang-orang yang butuh).

Nyatakan dengan sebenar-benarnya sifat-sifatmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan sifat-sifat-Nya. Yaitu nyatakan kahinaanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kemuliaan-nya, nyatakan kekuranganmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuasaan-Nya, dan nyatakan kelemahanmu, niscaya allah akan menolongmu dengan upaya dan kekuatan-Nya.

Terkadang diberi rizki kekeramatan orang yang belum sempurna istiqamahnya.

Di antara tanda-tanda penempatan Allah kepadamu di dalam sesuatu ialah penempatan-Nya kepadamu di dalam sesuatu itu dengan disertai keberhasilanmu memperoleh beberapa faedah.

082-Antara Ahli Taklif Dan Ahli Ta’rif

Barang siapa berbicara (memberi nasehat) karena masih memandang akan kebaikannya, maka keburukannya pasti mendiamkannya. Dan barang siapa berbicara karena memandang kebaikan Allah kepadanya, maka dia tidak akan diam bila berbuat salah.

083-Ucapan Yang Keluar Dari Orang Ma’rifat

Cahaya para hukama (orang-orang ma’rifat) selalu mendahului ucapan-ucapan mereka, maka sekiranya mendapat cahaya maka sampailah ucapan itu.

Barang siapa diberi ijin padanya di dalam memberikan keterangan, maka dapat dipahami ibaratnya oleh para pendengar dan dilahirkan isaratnya kepada mereka.

Terkadang ilmu-ilmu hakekat itu nampak dalam keadaan tertutup cahaya-cahayanya apabila belum diijinkan bagimu melahirkannya

Ibarat-ibarat mereka adakalanya karena luapan ilmu atau karena maksud ingin memberi petunjuk kepada murid. Yang pertama itu adalah keadaan orang-orang yang masih berjalan (menuju kepada Allah) dan yang kedua adalah keadaan orang-orang yang sudah matang dan mendalam dalam ilmu hakekat.

084-Hikmah Dan Nasehat Merupakan Santapan Hati

Ibarat-ibarat itu merupakan makanan (santapan) bagi para pendengar yang membutuhkan, dan tidak ada bagi kamu kecuali apa yang kamu telah memakannya.

Terkadang orang yang ingin mencapai kamuliaan (kedudukan yang tinggi) menerangkan mengenai tingkat keyakinan (seperti zuhud, wara’, tawakkal dan lain sebagainya). Terkadang pula orang yang telah sampai kepada suatu kedudukan menerangkan akan kedudukan itu. Dan yang demikian itu akan menjadi kabur kecuali bagi orang yang mempunyai ketajaman penglihatan hati.

Tidak patut bagi salik (yang sedang berjalan menuju kepada Allah) menerangkan mengenai waridatnya (ilmu ilmu makrifat sebagai karunia dari Allah). Sesungguhnya yang demikian itu akan memperkecil pengalamannya di dalam hatinya dan menghalangi adanya kesungguhan terhadap Tuhannya.

085-Sarat Yang Harus Dijalankan Bagi Murid Dalam Menerima Pemberian

Jangan sekali-kali kamu mengulurkan tanganmu untuk mengambil pemberian makhluk (orang) kecuali jika kamu berkeyakinan sesungguhnya yang memberi pada mereka adalah Tuhanmu. Apabila kamu ada dalam keadaan begitu, maka ambillah apa yang sesuai ilmu syara’ dan ilmu hakekatmu.

086-Apabila Berbaur Dua Kebaikan

Bila berbaur dua perkara padamu, maka lihatlah yang lebih berat pada nafsu dari keduanya. Kemudian ikutilah dia (yang lebih berat) karena sesunggunya tidak berat pada nafsu kecuali apa yang benar.

087-Tanda-Tanda Menuruti Kehendak Hawa Nafsu

Diantara tanda-tanda menuruti hawa nafsu adalah cekatan mengerjakan bermacam-macam ibadah sunat dan malas mengerjakan kewajiban-kewajiban.

Allah mengikat semua ketaatan dengan waktu-waktu tertentu agar supaya adanya penundaan tidak mencegah kamu (dalam mengerjakannya). Dan Allah memperluas waktu kepadamu agar masih ada kesempatan memilih bagimu.

Allah mengetahui kurangnya kegiatan hamba-hamba-Nya di dalam menjalankan taat kepada-Nya. lalu Dia mewajibkan kepada mereka adanya ketaatan kepada-Nya sehingga Dia menggiring mereka kepada ketaatan dengan rantai-rantai kewajiban. Tuhanmu merasa kagum/ta’jub dari kaum yang digiring ke surga dengan beberapa rantai.

Allah mewajibkan kepada kamu adanya ketaatan kepada-Nya. Dan Dia tidak mewajibkan kepadamu kecuali masuk surga.

088-Jangan Menganggap Lemah Kekuasaan Allah

Barangsiapa mengnngap aneh kalau Allah bisa menyelamatkannya dari pengaruh syahwatnya dan bisa mengeluarkannya dari kelalaiannya, maka benar benar dia telah menganggap lemah kekuasaan Tuhan. Padahal Allah terhadap segala sesuatu sangat kuasa.

Terkadang datang berbagai kegelapan menimpa kepadamu untuk memberi pengertian kepada mu kadar pemberian Allah yang diberikan kepadamu.

Barang siapa tidak mengerti berbagai nikmat ketika adanya nikmat itu, maka Allah akan memperlihatkannya ketika tidak adanya nikmat.

Janganlah membingungkan kepadamu datangnya berbagai kenikmatan mengenai penuaian hak-hak kewajiban syukurmu. Maka sesungguhnya yang demikian itu (meniggalkan rasa syukur) menurunkan (merendahkan) derajatnya.

089-Penyakit Hati Yang Sukar Disembuhkan

Manisnya hawa nafsu yang menetap dalam hati itu merupakan penyakit yang sukar disembuhkan.

Tidak ada yang bisa mengeluarkan syahwat dari dalam hati kecuali rasa takut yang menggetarkan atau rindu yang menggelisahkan.

090-Allah Tidak Menerima Hati Yang Menyekutukannya

Sebagaimana Allah tidak menerima amal yang disebutkan, begitu pula Dia tidak menerima hati yang disekutukan. Amal yang disekutukan Dia tidak menerimanya dan hati yang disekutukan tidak akan menghadap kepada-Nya.

Ada cahaya-cahaya Allah yang diijinkan sampai ke hati dan ada pula cahaya-cahaya Allah yang diijinkan masuk kedalam hati

Terkadang datang berbagai cahaya kepadamu, maka cahaya-cahaya itu mendapatkan hati telah bercampur penuh dengan gambar-gambar keduniaan. Maka berangkatlah dia dari mana dia turun. Kosonglan hatimu dari keduniaan, maka Allah memenuhinya.

Janganlah kamu menganggap lambat datangnya berbagai kerunia dari Allah, akan tetapi anggaplah lambat dirimu dalam menghadap (kepada Allah)

091-Hak-JAk Waktu Yang Tak Mungkin Dapat Diqadha

Hak-hak di dalam waktu itu dapat diqadha sedang hak-hak waktu tidak dapat diqadha. Karena tidak ada satu waktupun yang datang kecuali ada hak baru untuk Allah yang wajib bagimu dalam waktu itu dan perintah yang ditentukan. Maka bagaimana di dalam waktu itu kamu dapat mendatangi hal lainnya sedang kamu belum mendatangi hak Allah di dalam waktu itu.

Apa yang telah lewat dari umurmu itu tidak ada gantinya sama sekali baginya. Dan apa yang telah berhasil bagimu dari umur itu tiada ternilai harganya.

092-Allah Tidak Senang Kepada Orang Yang Menjadi Hamba Selain Dari Padanya

Tidaklah kamu mencintai sesuatu melainkan kamu akan menjadi budaknya, padahal Allah tidak senang jikalau kamu menjadi budak selain daripada-Nya.

093-Ketaatan Seseorang Tidak Memberi Manfaat Kepada Allah

Tidak memberi kemanfaatan kepada Allah ketaatanmu dan tidak memberi kemudharatan (mendatangkan bahaya) kepada-Nya maksiatmu. Sesungguhnya Allah memerintahkan ketaatanmu ini kepadamu dan mencegah dari kemaksiatan ini kepadamu karena sesuatu yang bakal kembali kepadamu.

Tidak akan menambah di dalam kemulian-Nya kebaktian orang yang berbakti kepada-Nya, dan tidak akan mengurangi kemulian-Nya pemalingan (kemaksiatan) orang yang berpaling daripada-Nya.

094-Arti Wushul (Sampai) Kepada Allah

Sampaimu kepada Allah berarti sampaimu kepada keyakinan kepada-Nya. bila tidak demikian, maka Maha Luhur (Maha Suci) Tuhan kami kalau berhubungan dengan_nya sesuatu atau berhubungan Dia dengan sesuatu.

Dekatmu kepada Allah itu sekiranya kamu selalu menyaksikan akan dekatnya Allah kepadamu. Bila tidak demikian, maka dari manakah kamu dan wujud dekat-Nya.

095-Hakekat Ilmu Yang Datang Dari Allah

Hakekat-hakekat ilmu yang datang dalam keadaan jelas itu masih global. Dan setelah ada penerimaan (angan-angan) barulah ada keterangan. Maka di dalam Al-Qur’an Allah berfirman (yang artinya): “Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

096-Warid Ilahi Itu Dapat Melenyapkan Kebiasaan Manusia

Sewaktu datang warid ilahi (karunia Allah) kepadamu, maka dia akan melenyapkan kebiasaan-kebiasaan yang ada pada kamu. Diumpamakan seperti dalam firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya.

Warid (karunia imam) itu datang dari Allah Yang Maha Perkasa. Oleh karena itu tidak ada sesuatupun yang dapat melawannya melainkan warid itu akan memusnahkan (Firman Allah yang artinya): “SebenarnKami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.

Bagaimana Allah Yang Hak itu bisa terhalang dengan sesuatu padahal sesuatu yang menghalangi-Nya itu Dia terang di dalamnya dan selalu hadir.

097-Jangan Putus Asa Mengenai Diterimanya Amal Perbuatan

Jangan putus asa dari diterimanya amal perbuatan yang kamu di dalam amal itu tidak mendapatkan adanya kehadiran dalam hati. Sebab kadang-kadang diterima dari sesuatu amal apa yang tidak dapat dirasakan buahnya dengan segera.

kurang

098-Jangan Meminta Tetapnya Warid

099-Nikmat Dan Azab Yang Hakiki

100-Kenikmatan Yang Sempurna

Di antara kesempurnaan nikmat yang ada padamu adalah Allah memberi rizki kepadamu apa yang bisa mencukupimu dan Dia mencegahmu dari apa yang bisa menyesatkanmu

Hendaklah mempersedikit apa yang menyenangkanmu dengannya agar supaya berkurang apa yang menyusahkanmu atasnya.

Jika kamu menghendaki agar tidak dipecat, maka janganlah kamu memangku jabatan yang tidak langgeng bagimu.

Jika menyenangkan kepadamu permulaannya, maka akan menjemukan kepadamu kesudahannya. Jika menarik kepadamu keadaan lainnya, maka akan mencegah darimu keadaan batinnya.

Sesungguhnya Allah menjadikan dunia ini sebagai tempat kesusahan dan sebagai sumber kekeruhan agar supaya kamu jemu terhadap dunia.

Allah mengerti bahwa kamu tidak akan mau menerima nasehat belaka, maka Dia mencicipkan kepadamu dari icip-icip dunia apa yang bisa memudahkan kamu meninggalkannya.

101-Ilmu Yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memancarkan cahayanya didalam dada dan bisa menyingkap tutup dari hati.

Sebaik-baiknya ilmu adalah yang dapat menyebabkan takut kepada Allah.

ilmu itu jika menyertainya rasa akut (kepada Allah), maka itulah yang menguntungkanmu. Dan jika tidak, maka itu bahaya bagimu.

102-Kembalikan Semuanya Kepada Ilmu Allah

Sewaktu menyusahkan kamu dengan tidak adanya orang-orang menghadap kepadamu atau sorotan mereka dengan cercaan kepadamu, maka kembalikan kepada ilmu Allah(pengetahuan Allah)pada dirimu. Apabila tidak memuaskan kamu ilmu-Nya, maka bencana yang menimpamu dengan tidak adanya kepuasanmu akan ilmu-Nya itu lebih berat daripada bencana yang mnimpah kamu dengan adanya carcaan ynag menyakitkan dari mereka.

Sesungguhnya memang sengaja Allah melaksanakan hal-hal yang menyakitkan yang dilakukan mereka (kepadamu)agar supaya kamu tidak merasa tenang kepada mereka. Allahmenghendaki untuk menggelisahkan kamu dari setiap sesuatu dari ingat kepada-Nya.

103-Waspadalah Terhadap Setan

Apabila kamu tahu bahwasanya setan itu tidak pernah lupa kepadamu, maka  janganlah kamu lupa Allah yang nasibmu ada di dalam kekuasaan-Nya.

Allah sengaja menjadikan setan sebagai musuh bagimu agar supaya Dia bisa mengiring kamu untuk berlindung kepada-Nya dan menggerakkan nafsu (mu) untuk selalu tetap menghadap kepada-Nya.

104-Hakekat Tawadhu’ (Merendahkan Diri)

Barang siapa merasa dirinya tawadhu (merendahkan diri), maka sebenarnya dia itu orang yang sombong. Karna tidaklah ada tawadhu’ kecuai merasa dirinya tinggi. Jadi  sewaktu merasakan dirimu tinggi, maka kamu adalah orang yang benar-benar takabur.

Bukanlah orang yang tawadhu’ itu orang yang apabila bertawadhu’ lalu merasa bahwa dia itu (sebenarnya) harus berada di atas apa yang dia perbuat. Akan tetapi orang yang tawadhu’ itu apabila dia bertawadhu’ lalu merasa bahwa dia itu (sebenarnya) harus berada di bawah apa yang dia perbuat.

Hakekat orang yang tawadhu” (merendahkan diri) itu adalah apa yang dia lakukan itu timbul dari penglihatannya akan kebesaran Allah kejelasan sifat-sifat-Nya.

Tidak bisa mengeluarkan kamu dari sifat sombong kecuali melihat sifat-sifat Allah.

105-Sifat Orang Mukmin Yang Sempurna

Orang mukmin itu adalah selalu menyibukkannya dalam memuji kepada Allah Ta’ala hingga lupa akan keadaan dirinya, dan juga menyibukkannya dalam mendatangi hak-hak Allah hingga lupa akan kepentigan (bagian) dirinya.

Bukanlah orang yang cinta itu orang yang mengharap ganti (imbalan) dari yang dicintainya atau dia minta daripadanya (orang yang dicinta) karena ada maksud. Akan tetapi orang yang cinta itu adalah orang yang mau berkorban untukmu, bukannya orang yang cinta itu adalah orang yang kamu harus berkorban untuknya.

106-Faedah Sahwat Hawa Nafsu

Seandainya tidak ada berbagai medan nafsu, pasti tidak akan nyata perjalanan orang-orang yang berjalan kepada Allah. Karena tidak ada jarak antara kamu dengan Allah dimana kendaraanmu dapat melipatnya (menempuhnya), dan tidak ada pemutusan (pemotongan) antara kamu dengan Allah sehingga hubunganmu yang menghapusnya.

107-Manusia Berada Di Antara Alam Dunia Dan Alam Malaikat

Allah menjadikan menjadikan kamu di alam pertengahan antara alam dunia-Nya untuk memberi pengertian kepadamu akan kebesaran kedudukanmu di antara makhluk-makhluk-nya, dan bahwasannyakamu itu sebagai permata yang terlipat oleh giwang-giwang alam-Nya.

 

Sesungguhnya alam dapat memuatmu (mencukupi kamu) hanya dari segi jasmanimu,dan dia tidak memuatmu (mencukupi kamu) dari segi ketetapan ruhanimu.

Yang ada di dunia ini(manusia) dan belum terbuka medan alam ghoibnya tetap terbelenggu oleh yang mengerumuninya (sahwat) dan terkurung di dalam kerangka badannya (kepentingan sahwatnya).

Kamu tetap terikat bersama-sama benda-benda alam selama kamu belum melihat Dzat pencipta Alam. Apabila kamu telah melihat-Nya, pastilah benda-benda alam itu bersama-sama kamu (tunduk kepadamu).

108-Sifat-Sifat Khususnya Tidak Bisa Melenyapkan Sifat Basyariyah

Tidak memastikan dari tetapnya sifat kekhusushiyah lenyapnya sifat basyariyah. Sesungguhnya perumpamaan sifat kekhusushiyah itu seperti cahaya matahari disiang hari yang tampak di ufuk dan bukan dari ufuk. Sekali waktu menerangi cahaya sifat-sifat Allah pada kegelapan wujudmu. Dan sekali waktu pula Allah mencabut cahaya itu daripadamu sehingga Dia mengembalikanmu ke dalam batas-batas asal kejadianmu. Maka cahaya siang hari itu bukan dari kamu dan kepadamu, akan tetapi dia datang mengenaimu.

109-Perbedaan Antara Majdzub Dengan Salik

Dengan adanya alam (makhluk), Allah menunjukkan adanya nama-nama-Nya, dengan adanya nama-nama-Nya menunjukkan adanya sifat-sifat-Nya dan dengan adanya sifat-sifat-Nya menunjukkan Dzat-Nya. Karena Muhal (tak mungkin) sifat dapat berdiri dengan sendirinya (tanpa dzat yang disifati). Maka orang-orang jadzab/majdzub (orang yang tertarik untuk mengenal Allah) dibukakan kepada mereka akan kesempurnaan Dzat-Nya kemudian dikembalikan kepada melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kembali bergantung kepada sifat-sifat-Nya, Kemudian dikembalikan melihat makhluk-makhluk-Nya. Sedang salik (orang yang berjalan menuju kepada Allah) adalah kebalikan dari itu semua. Maka puncak yang dicapai salik adalah permulaan yang dicapai majdzub. Dan permulaan yang dicapai salik merupakan puncak (akhir) yang dicapai orang majdzub. Akan tetapi tidak dengan arti yang satu/sama dalam segalanya. Maka kadang-kadang keduanya bertemu di tengah jalan salik yang sedang meningkat kepada Allah dan di tengah jalan orang majdzub yang menurun dari pada-Nya.

Tidak dapat di ketahui kadar (nilai) berbagai cahaya hati dan rahasia-rahasia-Nya kecuali di dalam kegaiban alam malakut, sebagaimana tidak terlihat cahaya-cahaya langit (benda-benda langit yang bercahaya) kecuali di dalam penglihatan alam dunia.

Terasanya buah-buah ketaatan seketika (di dunia) merupakan berita-berita gembira bagi orang-orang yang beramal dengan adanya pahala atas ketaatan itu kelak kemudian hari (di akhirat).

110-Menuntut Ganti Dari Suatu Amal Termasuk Tidak Adanya Keiklasan Amalnya

Bagaimana kanu menuntut (meminta) ganti atas suatu amal, padahal Dia Allah yang menyedahkan amal itu kepadamu. Atau bagaimana kamu menuntut balasan atas suatu keikhklasan (amal) padahal Dia-lah yang menghadiahkannya kepadamu.

111-Macam-Macam Orang Berdzikir

Ada kaum (Segolonan orang ) yang cahaya imam mereka mendahului dzikir-dzikirnya. Ada kaum yang dzikir-dzikirnya mendahului cahaya-cahaya imam mereka. Ada kaum lagi yang berbarengan dzikir dan cahaya imam mereka. Ada kaumyang tidak dzikir dan tidak ada cahaya. Kami berlindung kepada Allah dari golongan itu. Orang yang berdzikir agarhatinya bercahaya, maka dia disebut ahlidzikir. Orang berdzikir yang telah bercahaya hatinya maka dia disebut orang yang berdzikir. Sedang orang yang berbarengan dzikirnya dan cahayanya, maka dengan dzikirnya dia memdapat petunjuk dan denan cahayanya dia dapat diikuti.

Tidak akan terahir dzikir kecuali dari pengheliatan dan pemikiran batin.

Allah memperlihatkan dzat-Nya kepadamu sebelum dia menuntut persaksian kebearan-Nya kepadamu, maka anggota-anggota lahir mengucapkan (mengakui) sifat ketuhanan-Nya dan hati menyaakan dengan sifat ke Esaan-Nya.

112-Kemuliaan Yang Diberikan Allah Kepada Hambanya

Allah memuliakan kamu dengan tiga kemuliaan, yaitu Allah menjadikan kamu sebagai oran yang berdzikir kepadanya. Seandainya tidak ada anugera-Nya, tidaklah kamu menjadi orang yang ahli untuk menjalankan dzikir kepada-Nya atas kamu. Dan Allah menjadikan kamu sebagai orang disebut dengan dzikir itu, karena Dia-lah yang menetapkan kekhususan-Nya padamu. Dan Allah menadikan kamu sebagai orag yang dikenaldisisi-Nya. Maka sempurnanya nikmat-Nya yang melimpah kepadamu.

113-Umur Yang Mengandung Berkah

Banyak umur yang banyak masanya akan tetapi sedikit faedahnya. Da banyak umur yang sedikit masanya, banyak faedahnya.

Barangsiapa kepadnya diberi berkah didalam umurnya, maka dia akan memperoleh dalam masa yang singkatdari beberapa karunia Allah Ta’ala apa yang tidak bisa dalam putaran kata-kata dan tidak bisa menyamainya dalam isarat.

Kekecewaan yang sebenar-benarnya adalah kamu kosong dari kesibukan duniamu (duniawi) kemudian kamu tidak menghadap kepada Allah dan sedikit rintangan-rintangan kemudian kamu tidak berjalan menuju kepada-Nya.

114-Berfikir Yang Dianjurkan

Berfikir itu adalah perjalanan hati di dalam semua medan makhluk (Allah).

Fikiran itu sebagai pelihat hati. Apabila fikiran itu hilang, maka tidak ada penyinaran baginya.

Pemikirannya itu ada dua, yaitu: Pemikiran yang timbul dari keyakinan dan iman dan pemikiran yang timbul dari penglihatan hati dan kenyataan. Yang pertama itu bagi orang-orang ahli i’tibar (mengambil ibarat) dan yang kedua bagi orang-orang yang melihat dengan mata hatinya.

Amma ba’du, sesungguhnya permulaan sesuatu perkara itu merupakan cermin yang memperlihatkan puncak kesudahanya. Dan sesungguhnya orang yang pada permulaannya selalu bersandar kepada Allah, maka puncak kesudahannya pasti sampai kepada-Nya.

Yang harus disibukinya (dikerjakannya) adalah amal ibadah yang kamu senangi dan bergegas menjalankannya. Sedang yang harus dijauhi (tidak perlu disibuki) adalah bagian-bagian hawa nafsu.

Dan sesungguhnya orang yang yakin bahwasanya Allah menuntut kepadanya (untuk berkhidmat, dan menghadapi kewajiban-kewajiban ubudiyahnya), maka dia pasti bersungguh-sungguh menghadapi kepada-Nya. Dan barang siapa mengerti bahwasanya semua perkara (urusan) ada di dalam kekuasaan-Nya, maka pastilah bulat tawakkalnya (penyerahan dirinya) kepada-Nya.

Dan sesungguhnya tidak bisa tidak karena bengunan yang wujud ini (dunia) kamum rsakkan sendi-sendinya dan kamu lenyapkan keindahan-keindahannya.

Maka orang yang berakal itu adalah orang dia dengan apa yang lebih kekal itu lebih senang daripada apa yang bakal rusak. Karena benar-benar telah terpancar cahayanya dan telah kelihatan berseri-seri wajahnya.

Maka dia (orang yang berakal) berpaling dari dunia ini dengan memejamkan mata serta berlari daripadanya. Karena itu dia tidak mengambil dunia ini sebagai tanah air dan tidak pula menjadikannya sebagai tempat tinggal. Bahkan dia bangkit dengan semangat menuju kepada Allah Ta’ala dan berjalan di dunia ini dengan memohon pertolongan kepada-Nya untuk segera sampai kepada-Nya.

Maka senantiasa semangatnya yang seperti kendaraan itu tidak berhenti bahkan tetap berjalan hingga menghadap dihadirat Allah dan di atas hamparan ketentraman, yaitu tempat keterbukaan, berhadap-hadapan, duduk bersama, berbincang-bincang, persaksian dan tempat pertemuan. Maka jadilah tempat menghadap dihadapan Allah itu sebagai sarang hati mereka. Kesana mereka kembali dan di sana mereka bertempat tinggal.

Apabila mereka sampai kepada penunaian kewajiban-kewajiban atau turun di dalam menuruti hawa nafsu, maka hal seperti itu sudah dengan ijin, kemantapan dan keyakinan yang mendalam. Maka mereka tidak turun menunaikan kewajiban-kewajiban dengan adab yang jelek dan kelalaian. Dan tidak pula mereka menuruti hawa nafsu karena dorongan syahwat dan kesenangan. Akan tetapi mereka masuk ke dalam itu semua sebab Allah dan karena Allah serta dari Allah menuju kepada Allah.

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik agar supaya penglihatanku selalu menuju kepada upaya-Mu dan kekuatan-Mu sewaktu Engkau masukkan aku. Begitu pula penyerahanku dan ketaatanku hanya menuju kepada-Mu sewaktu Engkau keluarkan aku.

Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong, yang dapat menolong jiwaku dan menolong teman-temanku, dan tidak menolong untuk mengalahkan aku.  Yaitu agar supaya bisa menolongku untuk mengalahkan nafsuku dan bisa melenyapkan aku dari kurungan perasaanku.

115-Mensyukuri Nikmat Allah

Apabila mata hati dapat melihat bahwasannya Allah itu berdiri sendiri di dalam memberikan karunianya, maka tuntutan agama (syariat) menetapkan agar supaya bersyukur pula kepada sesama makhluknya.”

“Sesungguhnya manusia dalam menghadapi nikmat Allah itu terbagi menjadi 3 golongan, yaitu:

  1. Orang yang lalai kepada Allah dengan kelalaian yang amat sangat. Pengaruh inderanya sangat kuat sehingga mata hatinya padam tak bersinar. Maka dia selalu melihat kebaikan (pertolongan) itu dari makhluk, bukan dari Allah Penguasa sekali alam. Bila yang demikian ini sudah merupakan i’tikad, maka syiriknya sudah jelas. Artinya dia itu termasuk orang musyrik. Tetapi kalau hal yang demikian itu hanya sandaran saja (artinya pemberian kebaikan adalah Allah, tetapi disandarkan bahwa penyebabnya adalah makhluk), maka syiriknya termasuk samar.

                             

  1. Orang ahli hakekat (orang khash), yaitu orang yang telah melupakan makhluk karena telah melihat Allah (dengan penglihatan matahatinya). Dia telah melenyapkan sebab musabab karena telah melihat Dzat yang menentukan sebab (Allah). Dia itu adalah hamba yang telah menghadap dihadapan Allah, yang terlihat atasnya cahaya Allah, yang telah berjalan menuju thariqah hingga benar-benar dia telah mencapai puncaknya. Hanya saja dia itu telah tenggelam dalam cahaya tauhid yang dapat menghapus matahatinya dari melihat makhluk. Hilangnya rasa keduniaan telah mengalahkan kegairahannya kepada dunia, pertemuannya dengan Allah telah mengalahkan penglihatan kepada mahluk, lenyapnya di dalam Dzat Allah telah mengalahkan perasaannya bercampur dengan mahluk, dan hilangnya keadaan mahluk dari penglihatannya telah mengalahkan perasaan hadirnya bersama mahluk.

 

  1. Dan yang paling Sempurna dari padanya adalah hamba yang telah minum karunia Allah dan cahaya tauhid-Nya. Maka menjadi bertambah kesadarannya dan hilang penglihatannya kepada dunia. Menjadi bertambah pula rasa kehadirannya dihadapan Allah. Maka tidaklah pertemuannya dengan Allah bisa menghalangi penglihatannya kepada makhluk, dan tidaklah penglihatannya kepada makhluk bisa menghalangi pertemuannya dengan Allah. Dan tidaklah lenyapnya dirinya di dalam Dzat Allah itu menghalangi perasaannya yang tetap bercampur dengan makhluk, dan tidak pula perasaannya yang tetap bercampur dengan makhluk bisa menghalangi kelenyapan dirinya di dalamDzat Allah. Dia berikan kepada setiap yang punya bagian akan bagiannya dan dia penuhi kepada setiap yang punya hak akan haknya.

“Sesunguhnya Abu Bakar Ash Shiddiq ra. telah berkata kepada ‘Aisyah ra. ketika Aisyah terlepas dari tuduhan orang-orang munafik melalul lisan Rasulullah saw. (di dalam Al-Qur’an):

يَا عَائِشَةُ اُشْكُرِيْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: وَاللهِ لَا أَشْكُرُ اِلَّا اللهَ.

“Hai ‘Aisyah bersyukurlah kamu kepada Rasulullah saw.. ” Lalu dijawab oleh ‘Aisyah: ” Demi Allah, saya tidak akan bersyukur kecuali kepada Allah. “

Dalam hal ini Abu Bakar telah menunjukkan kepada Aisyah tingkat kedudukan yang Paling sempurna, yaitu maqam (kedudukan) baqa’ yang mengakui tetap adanya makhluk. Artinya karena kenikmatan Yang diterima Aisyah berupa terlepas dari tuduhan orang-orang kafir itu melalui lisan Rasulullah saw. maka sudah sepatutnyalah kalau dia mengucapkan Syukur kepada beliau. Karena apa yang di lakukan itu bukan berarti melupakan Allah dimana Dialah yang sebenarnya telah memberi nikmat itu. Begitulah yang dimaksud maqam baqa’, yaitu di samping mengucapkan syukur kepada manusia dimana dia hanya sebagai jalan untuk melahirkan nikmat, maka sebenarnya ucapan syukur itu ditujukan kepada Allah yang telah memberikan nikmat.

Rasulullah saw. telah bersabda:

لاَ يَشْكُرُ االلهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.”

Pada waktu itu ‘Aisyah sedang terpengaruh dari perasaannya yang lupa akan semua makhluk dia tidak melihat sesuatu kecuali Allah Yang Esa dan Maha Perkasa.

(355)

“Sesungguhnya kepuasan melihat Allah itu menurut kadar ma’rifatnya terhadap apa yang dilihat. Karena ma’rifat Rasulullah saw. tidak bisa disamakan dengan ma’rifat seseorang. Maka tidak ada kepuasan seperti kepuasan beliau. Sesungguhnya saya katakan bahwa kepuasan beliau itu di dalam shalat sebab dapat menyaksikan kebesaran Yang dilihatnya, karena beliau sendiri telah memberi isarat dalam sabdanya: “Di dalam shalat.”Beliau tidak mengatakan: “Dengan shalat”, karena beliau tidak akan merasa puas hatinya selain kepada Tuhannya. Bagaimana tidak demikan. Padahal beliau sendiri menganjurkan untuk mencapai tingkat itu dalam sabdanya: “Sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat kepada- Nya.”Maka mustahillah jika dia melihat Allah dan juga melihat lainnya di samping Allah.”

F

“Apabila orang berkata: “Kadang-kadang kepuasan (kesenangan) itu bisa diperoleh dengan shalat. Karena shalat sebagai anugerah dari Allah dan timbul dari sumber pemberian Allah.” Maka bagaimana dia tidak gembira dengan shalat itu dan bagaimana pula tidak akan puas dengannya? Padahal Allah telah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira.” (QS. Yunus 58). Maka ketahuilah, bahwa ayat itu telah memberi isarat jawaban, bagi orang yang mau berfikir akan rahasia khithab (pembicaraan yang terdapat dalam ayat itu). Karena Allah berfirman (di dalam ayat itu) yang artinya: “Hendaklah dengan itu mereka bergembira” Dan Dia tidak berfirman ( yang artinya): “Maka denganitu, bergembiralah, hai Muhammad! katakan kepada mereka: “Maka hendaklah mereka bergembira dengan kebaikan dan keutamaan. Akan tetapi hendaklah kegembiraanmu itu hanya dengan Dzat yang memberi keutamaan. Sebagaimana Allah telah berfirman pada ayat lain:

قُلِ اللهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِيْ خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ

“Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)“, kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan”  (QS. Al-An’am: 91).

116-Keadaan Manusia Dalam Menghadapi Nikmat Allah

’Manusia dalam menerima datangnya beberapa karunia (Allah) di terbagi tiga golongan:

  1. Orang yang gembira dengan karunia itu, namun kegembiraanya bukan ditujukan kepada yang memberi karunia melainkan ada kenikmatan yang dirasakan pada karunia itu. Yang demikian ini termasuk golongan orang-orang yang lalai, dimana sesuai dengan firman Allah:

حَتَّى إِذَا فَرِهُوْا بِمَا أُوْتُوْا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً

“Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekoyong-koyong.” (QS. Al-An’am: 44).

  1. Orang yang gembira dengan karunia itu karena dia mengerti bahwa karunia yang diterimanya sebagai pemberian dari Dzat yang telah mengirimnya dan sebagai nikmat dari Dzat yang telah menyampaikannya, yaitu Allah. Orang ini sesuai dengan firman Allah:

قُلْ بِفَضْلِ اللِه وَبِرَىْحمَتِهِ فَبِذَ لِكَ فَلْيَفْرَ حُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“katakanlah: “Dengan kanuria Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. karuniaAllah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari pada yang mereka kumpulkan.”

  1. Orang yang gembira sebab Allah. Maka tidak menyibukkan kepadanya dari karunia itu kenikmatan lahir dan tidak pula kenikmatan yang terkandung di dalamnya. Sebaliknya telah menyibukkan kepadanya melihat Allah sehingga lupa kepada Dia (makhluk), dan pertemuan hatinya dengan-Nya. Maka dia tidak melihat kecuali hanya kepada-Nya.

قُلِ اللهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ

“katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS.Al An’am: 91)

“Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as.: “Katakanlah (hai Dawud) kepada orang-orang yang banyak kebenaranya (Ash Shiddiqin): “Dengan Aku, maka hendaklah mereka bergembira, dan dengan ingat kepada-Ku, maka hendaklah mereka merasakan nikmat. “

“Semoga Allah menjadikan kegembiraan kami dan kamu dengan-Nya serta mendapat keridlaan dari pada-Nya. Dan semoga Allah menjadikan kami dari golongan orang yang paham segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Semoga Allah tidak menjadikan kami dari golongan orang-orang yang lalai.dan semoga Allah memperjalankan kami pada jalan-jalan orang yang taqwa dengan karunia dan kemurahan-Nya. “Amin.

 

117-Macam-Macam Munajat Syaikh Ahmad Bin ‘Ataillah

Tuhanku akulah orang yang kafir (butuh) di dalam kekayaanku. Maka bagaimanakah aku tidak fakir di dalam kekafiranku. Tuhanku, akulah orang yang bodoh di dalam ilmuku. Maka bagaimanakah aku tidak sangat bodoh di dalam kebodohanku.”

Tuhanku, sesungguhnya perubahan pengaturan-Mu dan kecepatan berlangsungnya takdir-takdir-Mu, keduanya telah mencegah hamba-hamba-Mu yang ma’rifat kepada-Mu dari ketenangan menerima pemberian dan kebosanan di dalam menerima cobaan dari-Mu.”

Tuhanku, daripadaku keluar apa yang memang patut dengan sifat kejiku dan daripada-Mu pasti keluar apa yang patut dengan sifat kemurahan-Mu.”

Tuhanku, Engkau telah mensifati Dzat-Mu dengan lemah lembut dan belas kasih kepadaku sebelum terwujud sifat kelemahanku. Adakah Engkau akan menolakku dari kedua sifat itu setelah benar-benar terwujud kelemahanku.”

Tuhanku, jika terlihat kebaikan-kebaikan dariku, maka itu semua berkat anugerah-Mu dan bagi-Mu lah hak untuk menuntutku. Dan jika terlihat kejahatan-kejahatan dariku, maka semua itu sebab keadilan-Mu dan bagi-Mu lah hak untuk menuntut alasan kepadaku.”

Tuhanku, bagaimana Engkau serahkan kembali kepadaku untuk mengurusi diriku, padahal sesungguhnya Engkau telah. menyerahkan kepadaku (menjaminku). Dan bagaimana aku dihinakan padahal Engkau adalah penolongku atau bagaimana aku mesti kecewa padahal Engkau adalah Dzat yang belas kasih kepadaku.”

Inilah aku yang berperantara kepada-Mu dengan kefakiranku untuk menuju kepada-Mu. Dan bagaimana aku mesti berperantara kepada-Mu dengan apa muhal bisa sampai kepada-Mu. Dan bagaimana aku mengadu kepada-Mu mengenai keadaanku padahal keadaanku itu tidak samar atas-Mu. Atau bagaimanakah aku mesti menerangkan kepada-Mu dengan kata-kataku padahal kata-kata itu dari-Mu yang keluar menuju kepada-Mu. Atau bagaimanakah Engkau kecewakan harapanku padahal harapan itu benar-benar telah datang kepada-Mu. Atau bagaimana tidak akan baik kepadaku padahal dengan-Mu lah keadaan itu berasal dan kembali pula kepada-Mu.”

Tuhanku, alangkah banyaknya kelembutan-Mu padahal aku sangat bodoh. Dan alangkah banyaknya kasih sayang-Mu kepadaku padahal perbuatan sangat buruk.

Tuhanku, alangkah dekatnya Engkau denganku dan alangkah jauhnya aku dari-Mu.

Tuhanku, alangkah lemah lembutnya Engkau kepadaku, maka gerangan apakah yang   menghalangiku hingga jauh dari-Mu.

Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengerti akan perubahan dunia ini dan silih bergantinya masa, bahwasannya yang Engkau kehendaki dariku adala Engkauperkenalkan Kekuasaan-Mu kepadaku di dalam setiap sesuatu hinggaaku tidak bodohkepada-Mu di dalam sesuatu itu.

Tuhanku, sewaktu kekejianku membungkamku, maka sifat kemurahan-Mu telah membuka mulutku. Dan sewaktu sifat-sifat celaku memutusasakan aku, maka karunia-Mu telah membuka harapan kepadaku.

Tuhanku, orang yang sudah banyak kebaikannya itu masih banyak kesalahanya, maka bagaimanakah tidak akan menjadi kesalahan-kesalahan itu sebagai dosa. Dan orang yang ilmu dan pengetahuannya itu hanya sebagai pengakuan-pengakuan, maka bagaimanakah tidak akan menjadi pengakuannya itu sebagai kepalsuan belaka.

Tuhanku, keputusan-Mu yang mesi berlangsungdan kehendak-Mu yang memaksa, keduanya tidak akan memberi kesempatan untuk berkata-kata bagi orang yang pandai berbicara (berdalil) atau untuk melaksanakan kesaktiannya bagiorang yang mempunyai kesaksian.

Tuhanku, berapa banyak ketaatan yang telah aku lakukan dan tingkahlaku yang aku perbaiki, namun telahmenghancurkan keadilan-Mu terhadap atanya bahkan telah mennbatalkan aku anugerah-Mu dari padanya.

Tuhanku, Engkau mengerti, meskipun perbuatan taat dariku tidak terus-menerus, namun sesungguhnya ketaatan itu terus-menerus dakam kecintaan dan niat (Ku).

Tuhanku, sebagaimana aku berazam (niat) sedang Engkaulah yang menentukan,  dan sebagaimana aku tidak berazam sedang Engkaulah yang memerintahkan.

Tuhanku, hilir mudikku pada keseduniaan ini menyebabkan jauhnya perjalaan menuju kepada-Mu. Maka kumpulkanlah aku atas-Mu dengan suatu pengabdian yang bisa menyampaikan aku kepada-Mu.

KURANG

Tuhanku, bagaimana dapat dijadikan dalil atas-Mu sesuatu yang dalam wujudnya masih butuh kepada-Mu. Apakahada bagi selain Engkau sesuatu kejelasan yangtidak ada bagi-Mu, sehingga dia dapat menjelaska Kepada-Mu. Kapankah Engakau samar sehingga Engkau butuh dalil yang dapat menunjukkan kepada-Mu. Dan kapankah Engkau jauh sehingga adanya alam ini dapat menyampaikan kepada-Mu.

Tuhanku,sungguh butamatahati yang tidak dapat melihat pengawasan-Mu, dan sungguh rugi dagangan seseorang yang diatidak menjadikan untuknya bagian cinta kepada-Mu.

Tuhanku,Engkau perintahkan aku kembalikepada alam ini. Maka kembalikan aku kepadanya dengan pakaian cahaya dan petunjuk matahari sehingga ku bisa kembali kepada-Mu dari alam inisebagaimana ketika aku masuk kepada-Mu dari alam ini dalamkeadaan hati yang terjada dan melihat (alam/dunia) dari dihilangkankehendaknya dari berpegang kepadanya (dunia). Sesungguhnya Engkau terhadap sesuatu itu sangat kuasa.

Tuhanku, inilahkehinaaku terlihat dihadapan-MU, dan inilah keadaanku yang tidak samar atas-Mu. Dari pada-Muaku memohon agarsupaya dapat sampai kepada-Mu, dan dengan-Mu pula aku mencari petunjuk atas-MU. Maka tunjukkanlah aku dengan cahaya-Mu untuk menuju kepada-Mu, dan tegakkanlah aku dengan kesungguhan pengabdian dihadapan-Mu.

Tuhanku, ajarkan kepadaku (secara langsung) dari ilmu-Mu yang tersembunyi dalam perbendaharaan-Mu, dan peliharalah aku dengan rahasia namu-Mu yang terpelihara.

Tuhanku, berilah aku kedudukan orang-orang ahli hakekat yang dekat denga-Mu, dan tuntunlah aku pada jaln-jalan orang yang tertarik langsung kepada-Mu (orang majdzib).

Tuhanku, puakahlah aku dengan pengaturan-Mu dari pada pengaturanku dan dengan pilihan-Mu dari pada pilihanku. Dan tetapkanlah aku pada tempat-tempat kebutuhanku yang mendesak (sepertidalam keadaan fakir, hina, lemah dan lain-lain).

Tuhanku, keluarkanlah aku dari kehinaan nafsuku dan bersihkanlah aku dari keragu-keraguan dan persekutuanku (syirik) sebelum aku masuk kedalam liang kubur. Hanya dengan-mu lah aku minta pertolongan, maka tolonglah aku. Dan hanya kepada-Mu lah aku berserah diri maka janganlah Engakau serahkan kepadaku.Hanya kepada-Mu lah aku memohon, maka janganlah Engkau kecewakan aku. Dan hnyapada anugerah-Mu lah aku berharap, makajanganlah Engka halangi aku.dan di dekat-mu lah aku berbangsa (merasa benda pihak-Nya), maka janganlah Engkau jauhkan aku. Dan di pintu-Mu aku berdiri, maka janganlah Engkau tolak aku.

Tuhanku,maha suci keridlaan-Mu dari adanya sebab keridlaan itu dari-Mu, maka bagaimanakah akan ada sebab keridlaan dariku (ridla danmurka Allah itu keduanya menjadi sebab amal-amal baikdan buruk seseorang). Engkau adalah maha kaya dengan Dzat-Mu dari sampainya kemanfaatan dari-Mu dari-Mu kepada-Mu, maka bagaimanakah akan membutuhkan dariku, sedang aku adalah hamba-Mu.

Tuhanku, sesungguhnyaputusan den takdir (ketentuan) telah mengalahkan aku. Dansesungguhnya hawa nafsu dengan berbagai pengukuhan syahwat telah mengikat aku, maka jangalah Engkau sebagai penolonganku hinggaEngkau tolong aku dan juga Engkau tolong temanku sebab aku. Dan kayakanlah aku dengan anugerah-Mu hingga aku hanya merasa kaya dengan-Mu daripada minta-mintaku dari-Mu.

Engkaulah yang telah memencarkan cahaya-cahaya didalam hati para kekasih-Mu hingga mereka ma’rifat kepada-Mu dan mengesakan-Mu. Dan Engkaulah yang telah menghilangkan rasa keduniaan dari hati orang-orang yang cinta kepada-Mu hingga mereka tidak senang kepada selain Engkau dan tidak kembali (bersandar) kepada selain Engkau. Engkauadalah Dzat yang menenteramkan mereka sekiranya alam-alam ini mereshkanmereka. Dan Engkaulah yang menunjukkan mereka hingga menjadi nyata bagi mereka jalan-jalan kebenaran.

Mendapat apakah orang yang kehilangan Engkau dan kehilangan apakah orang yang telah mendapatkan Engkau. Sungguh benar-benar kecewa orang rela mendapat ganti selain Engkau. Dan sungguh rugi orang yang menuntut pindah dari Engkau.

Tuhanku, bagaimana bisa diharapkan selain Engkau padahal Engkau tidak pernah memutuskan kebaikan. Dan bagaimanakah bisa diminta selain Engkau padahal Engkau tidak pernah mengganti kebiasaan mereka karunia.

Wahai Dzat yang telah memberi rasa kepada orang-orang yang mencintai-Nya akan kemanisa bermasra-mesraan denga-Nya, maka mereka berdiri di hadapan-Nya dalam kelembutan kasih sayang. Wahai Dzat yang memberi pakaian kekasih-kekasih-Nya denganpakaiankebesaran-Nya, maka mereka berdiri dalam keadaan merasa agung sebab keaduangn-Nya.

Engkau adalah Dzat yang selalu ingatkepada hamba-hamba-Mu sebelum mereka ingat kepada-Mu. Dan Engkaulah yang memulai memberi sebaiknya sebelum orang-orang ahli ibadah menghadap kepada-Mu. Dan Engkaulah Dzat yan sangat pemurah dengan berbagai pemberian sebelum permintaan orang-orang yang minta. Dan Engkaulah Dzat yang maha memberi, kemudian Engkau terhadap apa yang Engkau berikan kepada kami itu sebagai orang yang berhutang (dimana akan dotepati pembayarannya kelak di akhirat dengan berlipat ganda).

Tuhanku, tuntunlah aku dengan rahmat-Mu sehingga aku bisa sampai kepada-Mu, dan tariklah aku secara langsung dengan kanuria-Mu hingga aku dapat menghadapkepada-Mu.

Tuhanku, sesungguhnya pengharapanku tidak akan terputusdari-Mu, walaupun aku telah durhaka-Mu sebagaimana sengguhnya rasa takutku  tidak akan memisahkanakumeskipunaku taat kepada-Mu. (Tetap selalu takut kepada selain Allahmeskipun sudah berbuat taat).

Tuhanku, sesungguhnya semua alam ini telah menolakku menuju kepada-Mu. Dan sesungguhnya ilmuku telah menghentikan aku di mukan pintu-Mu sebab kemurahan-Mu.

Tuhanku,bagaimana aku mesti kecewa padahal Engkaulah harapaku, atau bagaimana aku mesti hina sedag hanya kepada-Mu laj aku bersandar menyerahkan diri.

Tuhanku, bagaimana aku bisa mencapai kemulaan sedang Engkautelah menempatkan akudi dalam kehinaan. Atau bagaimana aku tidak bisa  mencapai kemuliaan padahal hanya kepada-MU lah Engkau telah menggolongkan aku. Atau bagaimanakah aku tidakbutuh padahal Engkau telah menempatkan aku di dalam kefakiran. Atau bagaimanakah aku mesti butuh padahalEngkau dengan sifat kemuraha-Mu telah memberi kekayaan kepadaku.

Engkaulah Dzat yang tidak ada Tuhan yang wajib di sembah kecuali Ebgkau. TelahEngkau perkenalkan Dzat-Mu pada setiap sesuatu, sehingga tidak ada sesuatu  yang tidak mengenal-Mu. Dan Egkaulah yang telah memperkenalkan Dzat-Mu kepadaku didalam setiap sesuatu sehingga akudapat melihat-Mu dengan nyata didalam setiap sesuatu itu. Engkaulah Dzatyang nyata dan jelas pada tiap-tiap sesuatu.

Wahai Dzat yang telah berkuasa dengan sifat kasih sayang-Mu di atas Arasy sehingga jadilah Arasy itu lenyap di dalam kasih sayang-Mu, sebagaimana seluruh alam ini lenyap di dalam Arasy-Nya. Ya Allah, telah Engkau lenyapkan alam ini dengan Arasy dan Engkau lenyapkan pula Arasy itu dengan diliputi oleh berbagai cakrawala (peredaran) cahaya (rahmat-Mu).

Wahai Dzat yang terlindungi di dalam dinding-dinding kemuliaan-Nya dari jangkauan penglihatan mata. Wahai Dzat yang terang dan nyata di dalam hati orang-orang ma’rifat dengan kesempurnaan keindahan-Nya, sehingga menjadi nyata kebenaran-Nya di dalam hati mereka. Bagaimanakah Engkau bisa terlindung (samar) padahal Engkau Dzat yang nyata, atau bagaimana Engkau mesti gaib (samar) padahal Engkau adalah Dzat yang mengawasi lagi selalu hadir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *